"Kami memang tak memasukkan artikel Scalfari ke kolom wawancara. Artikel itu sebagai karya pertukaran budaya dan dialog antara seorang Yesuit (tarekat dalam Katolik) dengan laki-laki era pencerahan (rennaisance) yang terpesona oleh agama, seperti abad ke-19," katanya.
Bagi komunitas jurnalis di Italia, tulis The New York Times, Scalfari disebut sebagai ikon gaya jurnalisme impresionistik dalam liputan-liputannya di Vatikan, politik, dan lainnya.
"Melalui gaya jurnalisme impresionistik itu, inti dari sebuah artikel lebih penting daripada kata demi kata atau kutipan. Semangat pencerahan seperti yang ditunjukkan Scalfari lebih besar dari sekadar kata-kata," tulis laman berita tersohor di AS tersebut.
Meski menimbulkan kepanikan Vatikan, Sri Paus sendiri tampak menyukai Scalfari dan tulisan-tulisannya.
Paus, kata Scalfari, mengakui membutuhkan obrolan dengan orang yang tak percaya terhadap agama seperti dirinya sebagai daya rangsang berpikir.
Pada September 2013 misalnya, Sri Paus Fransiskus mengirimkan surat kepada Scalfari , dan diterbitkan di La Repubblica.
Dalam surat itu, Paus menuliskan rasa simpatinya pada kaum ateis.
"Kalau kaum ateis tak memercayai adanya Tuhan, maka mereka harus mematuhi hati nurani mereka sendiri sebagai penuntun kehidupan," demikian satu kalimat Sri Paus dalam suratnya kepada Scalfari.
Baca Juga: Perebutan Liga Champion di Liga Italia Serie A Makin Sengit
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia