Suara.com - Warga Kota Jayapura dan sekitarnya atau Papua pada umumnya diajak untuk tidak terprovokasi dengan isu yang menyesatkan, yang belakangan muncul dalam bentuk selebaran.
"Kami ajak agar masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi isu yang berkembang, apalagi diminta hadiri acara yang bertentangan dengan negara," kata Ketua Aliansi Pemuda Rakyat Papua (AMPERA) Stenly Salamahu Sayuri di Kota Jayapura, Papua, Selasa (3/4/2018).
Menurut dia, selebaran dalam bentuk ajakan untuk hadiri Deklarasi Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua di Kampwolker, Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura pada pekan ini merupakan aksi dari kelompok yang tidak bertanggungjawab, bukan untuk kepentingan umum yang membawa dampak positif.
"Kelompok yang mau melaksanakan kegiatan tersebut merupakan kelompok oportunis dan ilegal yang memiliki paham radikal dan berseberangan dengan NKRI," katanya.
Sehingga, kata dia, sudah selayaknya pihak aparat keamanan dapat mengambil langkah tegas, karena kegiatan tersebut secara terang-terangan telah merongrong kedaulatan bangsa dan negara.
"Setiap kegiatan apalagi menyangkut Kamtibmas harus menyurati dan mendapatkan izin dari pihak kepolisian, jadi kalau tidak ada itu maka harus ditindak dan oknumnya harus ditangkap," katanya.
Lebih lanjut, dia menduga aksi tersebut sengaja digaungkan pada masa pilkada di Papua dengan harapan hal itu bisa menjadi isu atau bahan perdebatan sehingga situasi yang aman dan nyaman menjadi terganggu "Untuk itu, kami harap masyarakat untuk tidak ikut-ikutan dengan kegiatan itu, terlebih ini melanggar undang-undang negara kita. Dan saya harap masyarakat bisa jeli melihat isu yang sedang dimainkan ini, karena tujuannya bukan untuk kepentingan masyarakat tapi ingin buat kegaduhan," katanya.
Sebelumnya sejak pekan kemarin, di sejumlah titik di Kabupaten dan Kota Jayapura beredar sejumlah selebaran dalam bentuk ajakan untuk menghadiri kegiatan Deklarasi Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua di Kampwolker, Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram. (Antara)
Berita Terkait
-
Perkuat Pendidikan Papua, Komite Otonomi Khusus Nyatakan Siap Dukung Sekolah Rakyat
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Jadwal Hidup Mati Championship, Garudayaksa FC vs PSS Sleman di Final, Persipura Tantang Adhyaksa FC
-
Satu Tiket Promosi ke Super League Diperebutkan Persipura dan Adhyaksa FC, Catat Jadwalnya!
-
Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat