Suara.com - Kementerian Agama (kemenag) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus penanganan kasus travel umroh atau haji bodong. Kemenag sendiri akan semakin ketat mengawasi kasus tersebut. Sementara Polri akan melakukan investivigasi.
Satgas akan dibentuk pekan ini juga. Anggota Satgas terdiri dari Kemenag dan Polri.
"Oleh karenanya kita minggu ini mungkin akan ada semacam satgas dibentuk antara Kemenag dan Mabes Polri. Bukan hanya kasus yang sekarang tapi untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi lagi setelah itu," terang Wakapolri Komjen Pol Syafruddin di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).
Saat ini ada lima kasus yang sedang ditangani Polri terkait penipuan travel umroh. Polisi dan Kemenag akan membentuk tim ahli dalam proses hukum kasus tersebut.
"Masyarakat itu yang dikejar kepastian, mereka sudah dirugikan tentu memerlukan kepastian yang cepat seperti apa. Oleh karena itu kepastiannya adalah keputusan peradilannya. kita akan dorong semua secepatnya, supaya masuk pengadilan, supaya masyarakat pasti ada harapan. Dan ini betul-betul akan kita sinkronkan nanti pengawasannya," jelasnya.
Sebelumnya Komisi III DPR RI memastikan akan segera merekomendasikan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki penyebab merebaknya kasus penipuan jemaah umrah.
"DPR juga telah membentuk pansus itu wewenang DPR, kami pemerintah. Kemenag dan Polri itu pemerintah. Jadi itu silakan saja domainnya DPR, kita ikut saja. Kalau pemerintah itu memang diawasi DPR itu bisa, apa saja bisa, semua bisa," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat