Suara.com - Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Andri Yansyah mengaku tak diperintahkan Gubernur Jakarta Anies Baswedan maupun staf Anies untuk mengembalikan mobil aktivis Ratna Sarumpaet yang sempat diderek petugas Dinas Perhubungan Jakarta.
"Sekarang begini kalau dia (Ratna) katakan telpon A, B, C itu kan baru kata dia, faktanya saya nggak dihubungi sama Pak Gubernur, nggak dihubungin sama stafnya Pak Gubernur tidak dihubungi oleh pejabat yang lain, tidak ada intervensi lah nggak ada. Kalau baru katanya-katanya kan bisa aja," ujar Andri di Balai Kota, Jakarta, Rabu (4/4/2018).
Andri menuturkan, suatu hal yang wajar ketika melakukan pelanggaran meminta bantuan kepada siapapun termasuk menghubungi pejabat negara.
"Iya kan, kalau seumpanya saya bukan hanya dia kan semua juga rata-rata begitu. Saya akan telpon Lurah akan telpon Camat akan telpon Wali Kota saya akan telpon Gubernur akan telpon Presiden boleh nggak? Boleh-boleh aja, silahkan aja," kata dia.
Ketika ditanya apakah mobil Ratna sudah dikembalikan oleh petugas Dishub, Andri menuturkan akan mengecek hal tersebut. Andri juga tak mengetahui apakah Ratna sudah membayar denda terkait Perda yang dilanggar yakni Perda Nomor 5 Tahun 2014
"Makanya akan saya cek. Makanya saya akan lihat dulu, seperti itu. Ya kan sudah baliknya lagi kan kita nggak tahu apa dia sudah bayar denda atau nggak kita kan nggak tahu," ucap Andri.
Tak hanya itu, Andri pun hanya mengetahui, bahwa Ratna tak menyampaikan permohonan maaf kepada petugas Dishub.
"Saya belum cek karena info yang saya dapat tidak ada kata maaf. Maafnya tahu dari mana nggak dia mengatakan maaf tahu dari mana, baru kata dia kan. Boleh nggak dia ngomong gitu, boleh tapi ada bukti nggak bahwa ada permohonan maaf dari petugas dishub ke dia. Nggak ada kan," tuturnya.
Andri menambahkan, siapapun mobil masyarakat yang terkena derek petugas Dishub seharusnya membayar denda Perda Nomor 5 Tahun 2014. Andri pun menilai mobil yang diparkir Ratna sudah melanggar Perda lantaran parkir di bahu jalan.
Baca Juga: Anies Baswedan: Saya Tak Pernah Terima Telepon Ratna Sarumpaet
"Kalau seumpanya di derek ya memang harus bayar ketentuannya begitu, maka saya bilang saya akan cek yang jelas dia saya akan luruskan sekaligus juga memberitahukan kepada masyarakat bahwa yang namanya ruang milik jalan, ruang milik jalan itu apa, bahu jalan dan badan jalan. Kalau saya lihat di filmya dia bukan bahu jalan lagi tapi di badan jalan, betulkan, di trotoar yang ada packnya yang ada aspalnya itu kan badan jalan, nggak boleh, betulkan," tandasnya.
Video amatir berisi rekaman Ratna mengamuk ketika mobilnya diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar sejak Selasa (3/4/2018) tersebut, tampak petugas Dishub tengah mengunci ban mobil merek Toyota Avanza milik Ratna.
Mobil itu juga telah dipasang rantai yang mengikatnya dengan kendaraan penderek Dishub.
Ratna yang memakai baju berwarna biru langit dan bercelana panjang putih tampak mendekati petugas tersebut.
“Mana komandan kamu?” tanya Ratna. ”Itu, di depan bu,” jawab petugas menunjuk memakai mulutnya.
Berita Terkait
-
[CEK FAKTA] Hoaks! Anies Baswedan Serukan Gulingkan Presiden Prabowo di Artikel Suara.com
-
Tanya TK, Bukan Kampus: Mengupas Gagasan Anies Baswedan soal Ketidakjujuran
-
Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
-
Ternyata Parkir Resmi! Dishub Akui Kesalahan Pola Parkir di Akses MRT Lebak Bulus yang Bikin Macet
-
Skandal 'Foto Palsu' di Laporan JAKI Terbongkar, Dishub Jaksel Janji Evaluasi Integritas Jajaran
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat