- Kepala Sudinhub Jaksel, Bernad Octavianus Pasaribu, resmi meminta maaf atas manipulasi foto laporan aduan di aplikasi JAKI.
- Pihak Sudinhub Jakarta Selatan memberikan surat peringatan kepada jajaran Satpel Perhubungan Kecamatan Mampang Prapatan atas ketidaksesuaian administrasi tersebut.
- Sudinhub berkomitmen memperketat sistem pengawasan internal dan meningkatkan profesionalisme guna menjamin akuntabilitas penanganan aduan masyarakat.
Suara.com - Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait dugaan ketidaksesuaian dokumentasi dalam laporan di aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
Kasus ini mencuat setelah laporan masyarakat di media sosial mengungkap adanya manipulasi foto dengan perbedaan waktu (timestamp) pada proses penanganan aduan.
Bernad mengakui bahwa terdapat kekurangan serius dalam proses administrasi pelaporan, yang akhirnya memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
"Kami memohon maaf atas kejadian ini. Hal ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus meningkatkan ketelitian, integritas, dan profesionalisme dalam setiap proses penanganan dan pelaporan aduan masyarakat," ujarnya, mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan pun langsung mengambil langkah tegas melalui proses evaluasi internal yang mendalam.
Bernad telah melayangkan surat peringatan sebagai teguran keras kepada Kepala Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Mampang Prapatan beserta jajaran yang terlibat.
"Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan permasalahan parkir liar yang dilakukan secara rutin melalui operasi angkut jaring, operasi cabut pentil (OCP), serta penertiban terpadu bersama unsur TNI dan Polri," terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme penanganan aduan melalui aplikasi JAKI sebenarnya telah disusun secara berjenjang dari tingkat provinsi hingga kecamatan.
Pihaknya berjanji akan memperkuat sistem pengawasan agar tindakan manipulasi dokumentasi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Sosok Lurah Kalisari yang Dinonaktifkan Gegara Foto AI, Kantongi Gaji Fantastis Tiap Bulan
"Kami telah menjalankan mekanisme ini secara rutin. Kejadian ini menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal," ungkap Bernad.
Selain melakukan pembenahan internal, Bernad juga mengajak masyarakat untuk tetap aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban lalu lintas di Jakarta.
Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan Ibu Kota yang lebih tertib, nyaman, dan bebas dari praktik parkir liar.
"Tentu kami juga memastikan pengawasan dan penindakan di lapangan dilakukan secara bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku, konsisten, dan berkelanjutan. Sehingga, setiap aduan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan akuntabel," tandasnya.
Berita Terkait
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Pramono Anung Sebut Aduan Warga ke JAKI Tidak Turun Usai Skandal Foto AI, Tapi Tak Boleh Terulang
-
Sosok Lurah Kalisari yang Dinonaktifkan Gegara Foto AI, Kantongi Gaji Fantastis Tiap Bulan
-
Bukan Cuma AI, Petugas Dishub Jaksel Diduga Curangi Laporan JAKI Pakai Modus 'Timestamp'
-
LG Unjuk Inovasi AI di InnoFest 2026 APAC, Fokus pada Smart Home Masa Depan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin
-
PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata
-
Jakarta Lancar Berkat ASN WFH, Tapi Kenapa Slipi-Semanggi Tetap Padat? Ini Penyebabnya Kata Polisi!
-
Riset: Perempuan Jadi Garda Terdepan Jaga Hutan dan Ketahanan Iklim
-
Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul
-
Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris
-
Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!
-
Kejagung Ungkap Peran Riza Chalid dalam Korupsi Petral: Atur Tender Lewat Bocoran Info Rahasia
-
Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz
-
Hari Pertama ASN WFH, Ditjen Imigrasi Pastikan Layanan Paspor hingga Pengawasan Tetap Normal