Suara.com - Aksi koboi jalanan yang dilakukan seorang pemuda bernama Teza Irawan (24) kepada pengemudi lain kini berbuntut panjang.
Pengurus Provinsi Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) DKI Jakarta bakal menjatuhkan sanksi terhadap Basis Shooting Club apabila terbukti mengeluarkan Surat Keterangan Kepemilikan (SKK) senjata air gun jenis revolver kepada Edwin, sepupu Teza.
Edwin merupakan anggota Basis Shooting Club yang telah meminjamkan senjata airgun kepada Teza. Senjata yang digunakan Teza untuk berlagak jagoan, menakuti-nakuti pengemudi lain di Jalan Tol Dalam Kota.
"Kalau benar telah mengeluarkan SKK, maka club yang bersangkutan (Edwin) akan dibekukan, Perbakin sangat tegas soal aturan," kata Kabid Organisasi dan Hukum Pengprov Perbakin DKI Jakarta, Aldwin Rahardian saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (10/4/2018).
Sejak mencuatnya kasus penodongan air gun ini, polisi juga telah meminta keterangan Aldwin untuk mendalami soal SKK senjata airgun yang dimiliki Edwin dan temuan kartu anggota Basis Shooting Club yang memuat logo Perbakin.
"Ya saya dimintai keterangan sebagai saksi, mewakili Perbakin," kata Aldwin.
Dalam pemeriksaan itu, Aldwin pun memastikan jika Edwin bukan anggota Perbakin.
"Yang perlu digaris bawahi, orang itu (Edwin) bukan anggota Perbakin ya," kata dia.
Polisi telah menetapkan Teza sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata ilegal. Pemuda pengangguran itu dikenakan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Baca Juga: 2045, Jokowi Targetkan Indonesia Masuk Lima Besar Ekonomi Dunia
Aksi koboi dilakukan Teza ketika hendak menyerobot antrian kendaraan lain di pintu keluar tol, tepatnya di depan Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, pada 23 Maret lalu.
Dari hasil pemeriksaan, Teza mengaku menggunakan senjata air gun itu karena tertinggal di mobil Toyota Fortuner B 1090 FCY. Senjata dan mobil yang digunakan Reza merupakan milik Edwin.
Berita Terkait
-
Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku
-
Iqbal-Arista Sumbang Emas Menembak, Indonesia Kokoh di Peringkat Kedua SEA Games 2025
-
Heboh Aksi Koboi Jalanan di ITC Permata Hijau, Pemotor Todong Pistol usai Cekcok dengan Sopir Ojol
-
Heboh 'Koboi Jalanan' di Tangsel, Polisi: Pelaku Aparat Kejagung, Sudah Berdamai
-
Pepet Korban hingga Todong Pistol, Koboi Jalanan di Tol Cipularang Diburu Polisi usai Aksinya Viral!
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang
-
Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek
-
Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program
-
Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop
-
Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian