Suara.com - Seorang lelaki pengangguran di Tangerang menjual anak di bawah umur untuk dijual dan dijadikan pekerja seks. Dia menjual para anak itu lewat Facebook.
Dia ditangkap Polsek Panongan, Kabupaten Tangerang. Dari pengungkapan tersebut polisi menangkap lelaki pengangguran berinisial MN (22) yang tega menjual temannya sendiri.
Korbannya adalah SR (17) warga Kecamatan Curug, Tangerang, Banten. Berdalih terhimpit kebutuhan ekonomi, SR mengaku rela dijual MN kepada lelaki hidung belang.
Kapolsek Panongan AKP Trisno Tahan Uji mengatakan bisnis esek-esek via Facebook ini terbongkar setelah pelaku menawarkan gadis belia kepada anggota Reskrim Polsek Panongan yang tengah menyamar.
"Anggota kami melakukan undercover (penyamaran-red) sebagai tamu yang memesan teman wanita kepada pelaku melalui akun facebook," kata AKP Trisno Tahan Uji, selasa (10/4/2018).
Tanpa membuang waktu, kata Trisno, petugas kemudian melakukan transaksi dengan sang mucikari hingga disepakati tarif yang diminta sebesar Rp1 juta untuk sekali kencan.
"SR yang masih dibawah umur ditarif Rp1 juta sudah termasuk kamar di Amaris Hotel," terang Kapolsek.
Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan uang tunai Rp 1 juta, rekaman percakapan, handphone, dan bukti pembayaran chek-in Hotel Amaris.
Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, MN dijerat dengan pasal 76 jo Pasal 88 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara. (Anggy Muda)
Baca Juga: Lucinta Luna: Foto Saya Dicatut Untuk Prostitusi Online
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
-
Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap
-
Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta
-
Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa