Suara.com - Wakil Ketua Umum DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, jika dirinya akan mengajukan angket ke DPR lantaran temuannya saat ia terjun langsung di lapangan.
Ia mengatakan jika dirinya pernah datang ke perusahaan di beberapa wilayah dan melakukan wawancara dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) Tersebut.
"Saya datang dan wawancara. Orang itu gak ada yang miliki skill. Orang itu gak bisa apa-apa, gak bisa bahasa asing, dia mau transfer teknologi bagaimana? mana buktinya?," ujar Fahri usai diskusi 'Tolak Perpres 20 tahun 2018', di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).
Angket tersebut, dikatakannya, bertujuan menginvestigasi lebih banyak lagi TKA yang tidak berkompeten.
Ia mengatakan jika biasanya Perpres dirumuskan oleh kementerian terkait. Namun, harus jadi angket dulu agar investigasinya dapat menyeluruh sehingga ia bisa mengundang saksi-saksi dari lapangan.
"Karena terlalu banyak yang beredar yang kita saksikan secara visual," lajut dia.
Ia mengusulkan ini diangket karena Perpres ini melanggar undang-undang.
"Keputusan pemerintah yang diduga melanggar undang-undang itu harus diangket," tandasnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Menkeu Terbaik Asia Pasifik, Apa Kata Fahri Hamzah?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa