Suara.com - Sebelum finalisasi, proses pencetakan desain surat suara masih mendapat masukan-masukan dari keempat tim pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. Contoh surat suara sudah didesain, dan ditetapkan. Setelah itu, dicetak setelah sesuai dengan keinginan dari semua paslon.
"Kita masih menunggu rapat lanjutnya. Belum final. Banyak masukan-masukan yang diberikan oleh tim paslon untuk desain surat suara ini. Setiap masukan dan keberatan dari tim paslon Gubernur akan dibahas KPU Sumsel melalui rapat pleno sebelum pencetakan," kata Komisioner KPU Sumsel Ahmad Naafi di Palembang, Selasa (24/4/2018).
Untuk masukan sendiri, tim paslon menilai ada beberapa gelar paslon yang belum dicantumkan. Termasuk masukan mengenai ukuran tubuh paslon di surat suara yang harus lebih diperbesar.
"Intinya komposisi desai surat suara ini nantinya sesuai yang diinginkan oleh setiap paslon. Pencetakan surat suara ini rencananya mulai dilakukan pertengahan bulan Mei mendatang setelah desainnya sudah finalisasi," katanya.
Sementara, salah satu paslon Gubernur Sumsel, Saifuddin Aswari Rivai mengaku sepakat dengan desain yang ada di surat suara tersebut. Meski demikian, ia berharap selama penyelenggaran pilkada nantinya, Bupati Kabupaten Lahat ini, bisa menyelenggarakan pilkada dengan seadil adilnya tanpa ada keberpihakan dengan paslon manapun.
"KPU dan Panwas harus menciptakan pemilukada yang jurdil," pungkasnya.
Pengaman Khusus
KPU Sumsel akan memberikan mikroteks di surat suara berupa huruf tenggelam. Ketua KPU Sumsel, Aspahani mengatakan pengamanan itu dilakukan untuk menghindari pemalsuan surat suara oleh oknum tertentu.
"Jumlah surat suara yang dicetak, DPT Sumsel 5.792.956 lembar ditambah surat suara cadangan 2,5 persen dari DPT," katanya di Palembang.
Baca Juga: KPU: Logo Partai-partai Baru Tak Bisa Masuk Surat Suara Pilpres
Untuk mengantisipasi pemalsuan surat suara yang membedakan surat suara asli itu ada tanda khusus semacam mikroteks yang tempatnya dirahasiakan dan itu hanya KPU mengetahui tempat mikroteks itu.
"Kita memenuhi standar KPU. Siapa tahu ada pihak yang ingin mengacaukan surat suara. Tapi kita bisa membedakan mana yang asli atau tidak nantinya," ujarnya.
Setelah dicetak, maka surat suara tersebut akan langsung didistribusikan ke kabupaten/kota se-Sumsel.
"Surat suara diperkirakan akan tiba di kabupaten/kota pada 17 Juni nanti. Tiba di daerah dan dititipkan di gudang kabupaten/kota sementara untuk selanjutnya segera didistribusikan," pungkasnya. [Andhiko Tungga Alam]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC