Suara.com - Untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pelayanan penerbangan di musim Lebaran 2018, saat ini Ditjen Perhubungan Udara menggelar inspeksi di 36 bandar udara di seluruh Indonesia. Inspeksi dilakukan oleh inspektur dari Direktorat Bandar Udara (DBU) dan Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU), pada minggu ketiga April hingga awal Mei 2018.
Menurut Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, inspeksi yang dilakukan menjelang Lebaran kali ini adalah untuk melihat kesiapan dan memperbaiki, serta menambah hal-hal yang dirasa masih kurang baik terkait sarana dan prasarana, serta standar prosedur operasi dan sumber daya manusia di bandara-bandara tersebut.
Mengingat pada musim Lebaran akan banyak penerbangan dan penumpang yang diangkut, maka inspeksi dirasa sangat penting demi memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan layanan penerbangan.
"Libur panjang Lebaran sebentar lagi, yaitu pertengahan Juni. Saat itu jutaan masyarakat, terutama umat Muslim Indonesia akan melakukan perjalanan ritual yang dikenal sebagai mudik Lebaran. Terkait dengan itu, kami melakukan inspeksi keselamatan dan pelayanan di bandara agar para penumpang pesawat bisa mudik ke kampung halaman dengan selamat, aman dan nyaman," ujar Agus.
Menurutnya, inspeksi keselamatan dan pelayanan bandar udara akan dilakukan di 36 lokasi bandar udara, yang terdiri dari 8 bandara yang diinspeksi oleh DBU dan 28 bandara oleh KOBU.
Delapan bandara yang diinspeksi oleh DBU adalah Soekarno Hatta (Tangerang), Kuala Namu (Deli Serdang), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Bali), Sultan Hasanuddin (Makassar), Minangkabau (Padang), Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Balikpapan), dan Sam Ratulangi (Manado).
Sedangkan 28 bandara yang diinspeksi KOBU adalah Bandara Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Fatmawati ( Bengkulu), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II ( Pekanbaru), Hang Nadim (Batam), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Radin Inten (Lampung), Supadio (Pontianak), Juwata (Tarakan), Syamsuddin Noor (Banjarmasin), dan Tjilik Riwut (Palangkaraya).
Kemudian Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Adi Sutjipto (Yogyakarta), Adi Sumarmo (Solo), Husein Sastranegara (Bandung), Ahmad Yani (Semarang), Pattimura (Ambon), Haluoleo (Kendari), Sultan Babullah (Ternate), Mutiara Sis Al Djufri (Palu), Lombok Praya (Lombok), El Tari (Kupang), Jalaluddin (Gorontalo), Frans Kaisiepo (Biak), Dominik Eduard Osok (Sorong), dan Sentani (Jayapura).
"Di bandara-bandara tersebut, kami melakukan inspeksi terkait keselamatan dan pelayanan kebandarudaraan. Untuk keselamatan, inspeksi akan mengacu pada Peraturan Dirjen Perhubungan Udara no. KP 220 tahun 2017 (si 139-01) tentang Petunjuk Teknis Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil terkait Sertifikasi dan Registrasi, serta Pengawasan Keselamatan Operasi Bandar Udara. Sementara untuk pelayanan akan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 178 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Pengguna Jasa Bandar Udara," lanjut Agus lagi.
Untuk keselamatan, yang akan diperiksa meliputi manajemen operasi apron; manajemen keselamatan apron; pemeriksaan daerah pergerakan dan obstacle limitation surface (OLS); serta visual aids, dan sistem kelistrikan.
Inspeksi manajemen operasi apron dilakukan untuk memastikan pengaturan parkir pesawat udara sesuai desain dan peruntukaannya. Inspeksi manajemen keselamatan apron untuk memastikan apron sudah aman bagi operasional pesawat, baik dari segi prosedur dan fasilitas serta keberadaan foreign object damage (FOD), yang dapat membahayakan operasional pesawat.
Inspeksi pemeriksaan daerah pergerakan dan OLS untuk memastikan fasilitas runway, taxiway dan apron sudah sesuai standar teknis dan dapat dioperasikan. Inspeksi visual aids dan sistem kelistrikan untuk memastikan alat bantu visual dan sistem kelistrikan dalam kondisi baik dan dapat dioperasikan (serviceability).
"Inspektur kami akan melakukan pemeriksaan runway, taxiway, dan apron, marka, lighting, manajemen operasi apron, manajemen keselamatan apron, serta pemeriksaan daerah pergerakan dan OLS," lanjut Agus.
Sementara itu, inspeksi terkait layanan dilakukan untuk memastikan kesiapan kapasitas fasilitas dan pelayanan terminal penumpang. Hal ini dalam rangka mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang diprediksi mengalami kenaikan saat Lebaran.
Berita Terkait
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta
-
Malaysia Merasa Aneh, Kenapa Pilot Mohd Saufi bin Othman Lolos di Bandara KL Padahal Bawa Ekstasi
-
Pilot Malaysia Airlines Selundupkan 70 Ribu Ekstasi, PDRM Telusuri Rekaman CCTV KLIA
-
Gubsu Bobby Nasution Resmikan Wings Air Terbang ke Madina, Perkuat Konektivitas
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kasus Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat
-
Purbaya Akui Masih Deg-degan Meski Industri Otomotif RI Tumbuh per Juni 2026
-
Sudah Dibuka Hari Ini! Jadwal Pendaftaran Upacara di Istana 2026, Cek Link Resmi dan Cara Daftarnya
-
Negara Agraris Tanpa Regenerasi Petani, Sampai Kapan?
-
Marc Ter Stegen Resmi Direkrut Ajax, Jordi Cruyff Bakal Buang Maarten Paes?
-
Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter
-
Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup
-
Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel
-
10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan
-
Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar