Suara.com - Tersangka kasus penghinaan Nabi Muhammad SAW Rendra Hadikurniawan (39) saat ini sudah tidak lagi ditahan di Polda Jawa Timur.
Namun anak anggota DPRD Sidoarjo itu sudah dipindah ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya.
"Tersangka sudah dipindahkan ke RSJ Menur sejak Jumat (4/5/2018)," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada Suara.com, Selasa (8/5/2018).
Pemindahan Rendra, kata Barung, untuk memeriksa kejiwaan tersangka. Hasil pemeriksaan yang dilakukan ahli kejiwaan Rumah Sakit Bhayangkara Samsoeri Mertojoso serta beberapa pihak terkait menyatakan, bahwa mantan kader Partai Demokrat tersebut diduga mengalami gangguan jiwa.
"Kita butuh pembanding untuk melakukan penegakan hukum pada tersangka. Dalam hal ini polisi telah bertindak cepat, namun terkendala dengan psikis tersangka," ucap Barung.
Untuk itu, jelas Barung, polisi memindahkan tersangka dengan tujuan pemeriksaan kejiwaan.
"Selain dokter kejiwaan RSJ Manur, kita juga dibantu dokter dari Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya," pungkasnya.
Sebelum dipindah ke RSJ Menur, Rendra menempati ruang tahanan Ditreskrimsus Polda Jatim Blok H, ada sekitar 7 blok dengan setiap bloknya berkapasitas 5 tahanan.
Rendra diketahui telah menghina Nabi Muhammad SAW melalui video yang diunggah ke laman beranda Facebook miliknya. Mantan kader Partai Demokrat asal Sidoarjo ini pun diringkus petugas kepolisian saat menginap pada sebuah rumah di Trawas Mojokerto. [Achmad Ali]
Baca Juga: Ibunda Rendra Si Penghina Nabi Muhammad Terserang stroke
Tag
Berita Terkait
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran
-
Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS
-
Tak Sekadar Silaturahmi: AHY Sebut Pertemuan Prabowo Bareng Mantan Presiden Punya Misi Khusus
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT