Suara.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum angkat bicara soal sosok Hakim Agung Artidjo Alkostar. Menurutnya, hakim yang pernah memperberat hukumannya dari 7 tahun menjadi 14 tahun tersebut adalah pribadi yang kredibel.
"Buat saya pribadi, Pak Artidjo itu orang yang kredibel, pribadi yang kredibel. Saya respek, saya hormat secara pribadi," kata Anas di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).
Meski mengagumi pribadi Artidjo, bukan berarti terpidana kasus korupsi dan pencucian uang proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat tersebut setuju dengan semua yang dilakuan Artidjo.
Satu hal yang tidak disenangi oleh Anas adalah putusan Artidjo yang dinilainya tidal kredibel.
"Tetapi menyangkut putusan terkait perkara saya, itu putusan yang tidak kredibel. Seluruh putusannya menurut saya tidak kredibel," katanya.
Anas mengatakan putusan Artidjo yang memperberat hukumannya tidak kredibel karena tidak berdasarkan fakta dan bukti yang jelas. Apalagi, kata Anas, segala yang dituduhkan kepadanya tidak terungkap di persidangan.
"Karena tidak berbasiskan kepada fakta-fakta dan bukti-bukti yang terungkap di muka persidangan," tutup Anas.
Artidjo kini sudah pensiun, msekipun secara administrasi baru berlaku pada 1 Juni 2018 mendatang. Usianya yang sudah 70 tahun menjadi alasan Artidjo puasa memegang palu hakim untuk mengadili perkara.
Selama berkarir, korban putusan Artidjo begitu banyak. Tidak hanya Anas, ada juga mantan Politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh dan Pengacara Kondang O.C. Kaligis. Mereka juga menjadi korban ketegasan Artidjo dalam memberantas korupsi di Indonesia.
Terhadap vonis Artidjo tersebut, Anas pun mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK). Pada hari ini Anas pun hadir di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menghadiri sidang perdana. Sidang akan dipimpin oleh hakim Sumpeno.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin