Suara.com - Kepolisian Malaysia mengumumkan bahwa pihakya telah menyita uang tunai senilai setidaknya 114 juta ringgit (sekitar Rp 404,3 miliar) dari beberapa apartemen mewah terkait mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak. Selain uang tunai dalam berbagai mata uang itu, juga terdapat barang mewah seperti perhiasan dan jam tangan, dalam total ratusan tas yang disita.
Sebagaimana antara lain dilansir The Straits Times, Sabtu (26/5/2018), operasi penyitaan itu sendiri sebenarnya sudah berlangsung sejak pekan lalu. Namun baru pada pekan ini polisi menuntaskan pencatatan dan penghitungan uang serta barang-barang yang disita.
Kepala Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Kepolisian Kerajaan Malaysia (Polis Diraja Malaysia), Amar Singh, kepada wartawan kemarin, mengatakan bahwa uang tunai yang disita terdiri dari 26 mata uang, yang ditemukan di dalam 35 tas. Operasi yang dilakukan di Pavilion Residences di Kuala Lumpur pada pekan lalu itu sendiri menghasilkan 284 kardus berisikan tas-tas tangan, serta sebanyak 72 tas yang berisikan uang tunai, perhiasan dan jam tangan.
"Dari 72 tas yang disita, 35 di antaranya berisikan uang tunai senilai RM 114 juta dalam 26 mata uang berbeda. Juga terdapat 37 tas yang berisikan jam tangan dan perhiasan," ungkap Datuk Seri Amar --sapaan Amar Singh.
Menurut Amar pula, sebagian besar uang tunai tersebut adalah dalam mata uang ringgit Malaysia dan dolar Singapura. Dia pun menambahkan bahwa sebagian besar tas yang disita adalah tas mewah bermerk Hermes.
"Kami tengah dalam pembicaraan dengan pihak brand mewah tersebut untuk memastikan keasliannya... Kami akan mengirimkan foto-fotonya ke Paris untuk dilihat keasliannya dan dilakukan penilaian (harganya)," tuturnya, sambil menambahkan bahwa pihaknya pun tengah melakukan hal sama terhadap jam-jam tangan dan perhiasan yang disita.
Menurut Amar, diketahui bahwa dua di antara apartemen yang digeledah dihuni oleh putra dan putri Najib, Mohd Norashman dan Nooryana Najwa, sementara apartemen ketiga tidak berpenghuni.
Operasi pengeledahan ini merupakan bagian dari investigasi Kepolisian Malaysia terkait kasus dugaan korupsi dan pencucian uang yang melibatkan lembaga keuangan bermasalah, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Amar menyebut, terhitung sejak 18 Mei, pihaknya telah melakukan penggeledahan di 12 lokasi, termasuk di ketiga apartemen, serta di kediaman pribadi Najib di Taman Duta. Dari Taman Duta sendiri, polisi juga telah menyita puluhan tas mewah, jam tangan, serta uang tunai senilai 500.000 ringgit (sekitar Rp 1,77 miliar).
Sementara itu, Najib sendiri telah mendaftarkan laporan polisi terkait pengeledahan apartemen tersebut. Dia mengklaim bahwa barang-barang yang disita adalah hadiah dari rekan-rekannya, sementara uang tunai merupakan dana sumbangan untuk keperluan kampanye pemilu Barisan Nasional, koalisi yang sebelumnya ia pimpin yang akhirnya kalah dalam pemungutan suara 9 Mei lalu. UMNO --yang sebelumnya dipimpin Najib-- juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa uang tunai itu adalah dana partai dan harus dikembalikan.
Meski demikian, Kepala Kepolisian Kerajaan Malaysia, Mohamad Fuzi Harun, telah pula mengeluarkan pernyataan terhadap bantahan sekaligus upaya hukum dari pihak Najib.
"Investigasi masih terus berlangsung. Kami harus membongkar pokok permasalahannya (kasus ini) lebih dulu," ujar Fuzi. "Segala permintaan atau aplikasi (komplain) harus mengikuti jalur yang semestinya," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian