Suara.com - Shaariibuu Altantuya, empat kali ditembak sebelum tubuhnya dihancurkan memakai bom C-4 yang akrab dikenal dalam dunia kemiliteran. Dua belas tahun sesudahnya, "hantu" Altantunya gentayangan menuntut balas. Najib Razak yang baru lengser, risau.
Kuku-kuku Najib Razak benar-benar masih menancap kuat dalam dunia politik maupun pemerintahan Malaysia pada tahun 2009. Namun, ketika itu, benih-benih perlawanan kubu oposan mulai tersebar.
6 Mei 2009, tiga bulan sebelum perusahaan bikinan Najib meneken kerja sama dengan perusahaan minyak Arab Saudi, PetroSaudi International—yang menjadi awal skandal (1MDB)—sejumlah lawan politiknya sudah bergerak melancarkan serangan.
Kala itu, kaum oposan bergerak bersama ke kantor perdana menteri di Putrajaya. Mereka mengantarkan kue ulang tahun untuk Altantuya Shariibuu.
Kue ultah tersebut untuk menyindir Najib—saat itu masih menjabat wakil perdana menteri—yang mereka duga terlibat dalam pembunuhan keji terhadap Altantuya.
Gadis Mongolia yang tewas dalam usia 28 tahun tersebut, disebut-sebut dibunuh untuk menutupi kasus korupsi pembelian kapal selam Prancis.
Dugaan kasus korupsi itu sendiri menyeret nama Najib Razak. Ia adalah menteri pertahanan Malaysia ketika itu. Najib sendiri kali berulang membantahnya.
Dua pelaku pembunuh Altantuya, yakni Azilah Hadri dan Sirul Azhar Umar—anggota kepolisian yang masuk unit penjaga Najib Razak—telah divonis bersalah. Tapi, Keduanya, tak pernah mau menjawab pertanyaan hakim, “Siapa yang menyuruh kalian berdua membunuh Altantuya?”
Sirul sendiri berhasil melarikan diri ke Australia saat diberikan pembebasan bersyarat. Tapi sejak tahun 2015, ia kembali ditangkap dan dijebloskan ke bilik jeruji besi negara tersebut.
Baca Juga: Ingin We-fie Budaya Madura? Datang Saja ke Sini
Ketika Najib turun tahta pada Mei 2018, suara kaum oposan agar kasus pembunuhan Altantuya kembali dibuka, semakin bergema. Mereka menegaskan, Azilah dan Sirul pastilah tak bergerak sendiri, melainkan ada yang menyuruh.
Semua berawal dari pengakuan Sirul setelah Najib tak lagi berkuasa pada Mei 2018 ini. Berbicara dari pusat penahanan imigrasi Australia yang dihuninya sejak 2015, Sirul menegaskan mau membantu aparat kepolisian Malaysia membongkar dalang kasus tersebut.
"Oleh karena itu, saya bersedia membantu pemerintah baru untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi asalkan pemerintah memberi saya grasi penuh," kata Sirul seperti diberitakan Reuters, Sabtu (19/5) pekan lalu.
“Saya melakukan pembunuhan itu karena disuruh oleh ‘orang-orang penting’, saya siap menyebutnya nanti,” tambahnya.
Najib, yang merupakan wakil perdana menteri dan menteri pertahanan pada saat pembunuhan itu terjadi, membantah mengetahui Altantuya atau memainkan peran apa pun dalam kematiannya.
Tetapi, misteri itu telah menghantui karier politiknya hingga kekinian, setelah dirinya “masuk kotak”dalam dunia politik.
Berita Terkait
-
Najib dan 5 Truk Uangnya, 10 Hari yang Mengguncang Malaysia
-
Ini Daftar Harta yang Disita Polisi Malaysia dari Najib Razak
-
Kasus Najib Razak, Polisi Malaysia Sita Rp 404 M dari Apartemen
-
Boros, PM Baru Malaysia Potong 10 Persen Gaji Menteri
-
Telisik Korupsi Najib Razak, Ketua KPK Malaysia Diancam Dibunuh
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Panglima TNI Minta Maaf atas Insiden Truk TNI Himpit Dua Polisi Hingga Tewas
-
Plot Twist Kasus Suami Lawan Jambret Jadi Tersangka: Sepakat Damai, Bentuknya Masih Abu-abu
-
Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera Terus Menunjukkan Progres Positif
-
Disetujui Jadi Hakim MK, Adies Kadir Sampaikan Salam Perpisahan Emosional untuk Komisi III
-
Tito Pastikan Proses Belajar Mengajar di Tiga Provinsi Pascabencana Pulih 100 Persen
-
Periksa Enam Orang Saksi, Polisi Pastikan Reza Arap Ada di TKP saat Kematian Lula Lahfah
-
Alarm PHK Massal, Ribuan Buruh Siap Kepung Istana 28 Januari, Tiga Isu Ini Pemicunya
-
Komisi III DPR Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden, Ini 8 Poin Kesimpulan Raker Bersama Kapolri
-
Irjen Umar Fana: Lewat KUHP Baru, Polri Tak Selalu Memenjarakan Pelaku Pidana
-
Praswad Nugraha: Tak Boleh Ada Wilayah Kebal di Pemeriksaan Kasus Kuota Haji