News / Nasional
Rabu, 06 Juni 2018 | 20:13 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah. (Suara.com)

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fachri Hamzah menuding, ada kelompok-kelompok politik yang menunggangi gerakan radikalisme serta teror atas nama agama yang tengah marak di Indonesia.

Bahkan, Fahri mencurigai ”si penunggang” gerakan radikalis tersebut bertujuan untuk menghabiskan uang APBN. Terlebih setelah adanya penangkapan teroris di Universitas Riau (UNRI) baru-baru ini.

"Atau jangan-jangan (gerakan radikal) ada yang menyuruh nih. Jadi radikal saja yuk, biar nanti kita kerjanya juga tambah banyak. Uang APBN tambah habis. Kan tak boleh begitu," ujar Fachri di Perumahan Pimpinan DPR/MPR RI, Jalan Widya Chandra, Senayan, Jakartan Selatan, Rabu (6/6/2018).

Ia mengatakan, pemerintah perlu berhati-hati melakukan penggerebekan teroris seperti yang terjadi di dalam kampus Unri.

Menurutnya, dunia kemahasiswaan itu penuh dinamika dan terjamin kebebasannya.

"Kalau ada teroris, masuk kampus, sudah diintai, ya jangan ditangkapnya di kampus. Tangkapnya di luar saja, begitu," jelasnya.

Penggerebekan teroris di dalam kampus itu justru mendiskreditkan makna institusi pendidikan tinggi.

”Perlu diketahui, ada tiga tempat di dunia ini yang tak dibolehkan dimasuki aparat kepolisian apalagi tentara, yakni rumah sakit, gedung parlemen, dan kampus,” tandasnya.

Baca Juga: Rekam Jejak Karir Kate Spade, Dari Jurnalis hingga Desainer Dunia

Load More