Suara.com - Wakil Ketua DPR Fachri Hamzah menuding, ada kelompok-kelompok politik yang menunggangi gerakan radikalisme serta teror atas nama agama yang tengah marak di Indonesia.
Bahkan, Fahri mencurigai ”si penunggang” gerakan radikalis tersebut bertujuan untuk menghabiskan uang APBN. Terlebih setelah adanya penangkapan teroris di Universitas Riau (UNRI) baru-baru ini.
"Atau jangan-jangan (gerakan radikal) ada yang menyuruh nih. Jadi radikal saja yuk, biar nanti kita kerjanya juga tambah banyak. Uang APBN tambah habis. Kan tak boleh begitu," ujar Fachri di Perumahan Pimpinan DPR/MPR RI, Jalan Widya Chandra, Senayan, Jakartan Selatan, Rabu (6/6/2018).
Ia mengatakan, pemerintah perlu berhati-hati melakukan penggerebekan teroris seperti yang terjadi di dalam kampus Unri.
Menurutnya, dunia kemahasiswaan itu penuh dinamika dan terjamin kebebasannya.
"Kalau ada teroris, masuk kampus, sudah diintai, ya jangan ditangkapnya di kampus. Tangkapnya di luar saja, begitu," jelasnya.
Penggerebekan teroris di dalam kampus itu justru mendiskreditkan makna institusi pendidikan tinggi.
”Perlu diketahui, ada tiga tempat di dunia ini yang tak dibolehkan dimasuki aparat kepolisian apalagi tentara, yakni rumah sakit, gedung parlemen, dan kampus,” tandasnya.
Baca Juga: Rekam Jejak Karir Kate Spade, Dari Jurnalis hingga Desainer Dunia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir