Suara.com - Kalangan politisi terus menyoroti langkah pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang ingin maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Terkini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto ikut angkat bicara.
Menurut Hasto, siapapun yang akan maju sebagai calon Presiden harus sesuai dengan konstitusi. Mendapat dukungan dari partai politik atau gabungan parpol yang mendapat dukungan kursi sekurang-kurangnya 20 persen.
"Selama syarat-syarat itu memenuhi silahkan. Setiap warga negara memiliki hak memilih dan dipilih, tetapi rakyat yang jadi hakim terbaik," ujar Hasto di Stasiun Pasar Senen, Selasa (12/6/2018).
Ia menilai, sikap Amien Rais yang memberikan kesan menantang tidaklah berpengaruh pada angka elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menunjukan angka tertinggi.
Menurutnya, rakyat akan melihat pemimpin-pemimpin mana yang baik dan dapat menyatukan pemimpin. Tersenyum ketika dikritik dan dihujat.
"Atau pemimpin yg memecah belah. Buktinya elektabilitas pak Jokowi tertinggi. Kita ini kan berkebudayaan timur, apalagi sedang puasa," kata Hasto.
Hasto pun yakni, majunya Amien Rais sebagai Capres tidak menjadi ancaman serius bagi Jokowi. Karena dulu, Amien Rais juga sempat mencalonkan diri.
Ia menjelaskan, jika partai berdaulat menentukan siapa calon pemimpinnya. Ketika sebuah partai mendukung Jokowi, tentu harus disertai dua kajian, suasana kebatinan yang baik dan Jokowi mendapat dukungan kuat dari rakyat.
“Ketika partai berpindah-pindah menjadi bunglon, rakyat akan tahu mana partai konsisten mana yang hanya kejar kekuasaan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta