Suara.com - Reza, bocah berusia 15 tahun, menjadi sasaran aksi kriminal bandit, saat menumpangi bus Kopaja di kawasan Bundaran Patung Senayan, Jakarta Selatan pada Selasa (12/6/2018) malam.
Pemuda tanggung itu ditodong kawanan bandit yang berjumlah tiga orang, ketika berada di bangku penumpang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, salah satu pelaku mengancam korban memakai sebilah pisau lipat.
"Saat korban menaiki angkutan umum Kopaja, ketiga tersangka memanggil dan menodongkan pisau lipat ke arah korban," kata Argo, Rabu (13/6/2018).
Selain diancam senjata tajam, wajah Reza juga babak belur dihajar kawanan bandit jalanan tersebut. Merasa nyawanya terancam, korban akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp 220 ribu dan telepon seluler kepada para pelaku.
"Korban sempat terkena pukulan di bagian pipi kiri oleh tersangka. Setelah mendapat uang dan ponsel korban, para tersangka melarikan diri," kata Argo.
Ketiga pelaku baru bisa diringkus setelah Reza berteriak meminta pertolongan. Teriakan korban didengar petugas Ditsabhara Polda Metro Jaya Bripda Muhammad Rizki Priatom, yang kebetulan sedang melintas di seberang jalan tersebut.
Saat melakukan pengejaran, Bripda Muhammad juga turut dibantu anggota polisi lalu lintas yang sedang bertugas di kawasan Bundaran Patung Senayan.
Para tersangka, Agus Saefullah dan dua rekannya, akhirnya berhasil dibekuk setelah melancarkan aksi penodongan terhadap Reza.
Baca Juga: Gerindra Sebut Eks Wasekjennya Ahokers yang Cari Sensasi
"Akhirnya ketiga tersangka diserahkan ke Polsek Metro Kebayoran Baru," kata Argo.
Berita Terkait
-
Aksi 2 Gadis Indramayu Hentikan Bandit Jalanan Saat Mudik
-
Mau Tusuk Polisi, Bandit Spesialis Begal Ditembak Mati
-
Akhirnya Bandit Perampok Mini Market Jakarta Timur Tewas Ditembak
-
Polisi Ditodong Pistol Mainan oleh Sopir Misterius di Jaksel
-
Kesal Lihat Asap saat Bersepeda, Sandiaga laporkan 2 Bus Kopaja
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam