- Satgas Sapu Bersih menindak 350 pelanggaran dan empat perkara hukum selama pengawasan 5–25 Februari 2026.
- Pengawasan dilakukan pada 28.270 titik usaha, meliputi pengecekan harga dan stok menjelang HBKN.
- Beberapa komoditas menunjukkan tren penurunan harga, namun pengawasan diperketat hingga periode April 2026.
Suara.com - Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menindak 350 pelanggaran dan memproses empat perkara hukum selama pengawasan 5–25 Februari 2026. Langkah itu dilakukan menjelang Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri melalui pemeriksaan di 28.270 titik pelaku usaha.
Rinciannya, 18.864 titik merupakan pedagang atau pengecer dan 4.413 ritel modern. Satgas juga melakukan 2.461 pengecekan distributor atau produsen, 898 koordinasi pengisian stok kosong, serta 35 pengambilan sampel uji laboratorium.
Dari hasil tersebut, Satgas menerbitkan 350 surat teguran, satu rekomendasi pencabutan izin usaha, tiga rekomendasi pencabutan izin edar, serta membawa empat perkara ke proses penegakan hukum.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, meminta pengawasan diperketat guna menjaga stabilitas harga selama hari besar keagamaan nasional. Ia menekankan agar tidak terjadi lonjakan harga.
“Tidak ada gejolak harga,” ujarnya kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Pemantauan dilakukan di pasar tradisional dan ritel modern. Jika ditemukan harga di atas HET atau HAP, rantai distribusi ditelusuri hingga ke hulu, termasuk rumah potong hewan untuk komoditas daging.
Kasatgas Pangan Pusat Brigjen Zain Dwi Nugroho menegaskan penindakan harus sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, khususnya untuk komoditas beras premium di wilayah DKI Jakarta.
“Utamakan sesuai prosedur,” katanya.
Ia menyebut peningkatan intensitas pengecekan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Baca Juga: Inflasi Februari 0,68 Persen, Harga Ayam dan Cabai Jadi Biang Kerok Jelang Ramadan
Berdasar haril pemantauan, menurut Zain sejumlah komoditas seperti Minyakita, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras tercatat menunjukkan tren penurunan harga, meski sebagian masih berada di atas HET atau HAP. Pengawasan akan dilanjutkan hingga April 2026 selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi