Suara.com - Tangan Rahmat (39) tampak memegang tas besar dan panjang. Tangannya yang lain menggandeng sang istri, Rini (25) melewati ribuan orang yang berjubel di dekat dermaga Pelabuhan Merak hendak berlayar menuju kampung halamannya di musim lebaran atau arus mudik.
Matanya nampak awas melihat ke depan, mencari sebuah tenda putih yang tak terlalu besar. Di balik keramaian orang, akhirnya ia pun menemukan tenda yang dimaksud.
"Bu, nanti kita akan manggung di sana. Seperti biasa, aku akan main keyboard di pokok panggung itu. Tugas kita menghibur orang yang mau mudik," ujar Rahmat sembari menggenggam tangan istrinya, di Posko Kesehatan Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (13/6/2018).
Rahmat adalah seorang pemain musik keyboard yang kerap dipanggil untuk mengisi berbagai acara. Bersama sang istri yang menjadi biduan, keduanya kompak memenuhi panggilan untuk bernyanyi dari panggung ke panggung.
Kali ini, Rahmat harus merelakan waktu libur lebaran untuk mudik ke kampung halamannya di Pandeglang. Ia dan istri harus mengais rezeki dengan menghibur para pemudik di Pelabuhan Merak, Banten.
Bukan tanpa tujuan ia melakukannya, itu semua hanya untuk menghidupi ketiga anaknya yang sedang bersekolah.
"Ya mau gimana lagi, anak-anak butuh biaya banyak karena masih sekolah. Jadi harus sabar, kumpulkan duit dulu yang banyak kalau mau mudik kayak orang-orang," ungkap Rahmat.
Sejak Selasa, 12 Juni 2018 ia siang sudah tiba di Pelabuhan Merak. Mempersiapkan alat musik hingga cek sound dilakukan untuk memastikan penampilannya tak mengecewakan para pemudik.
Dalam sekali manggung, Rahmat dibayar Rp 2 juta. Beruntung, mereka selalu mendapatkan bayaran utuh seusai acara selesai. Pernah, Rahmat dan istri harus gigit jari pulang membawa tangan kosong karena honornya dihutang.
"Kalau main cuma berdua doang, bayaran langsung. Tapi kalau pakai jasa Event Organizer gitu dihutang lama baru dibayar," keluhnya.
Asam manis kehidupan pun telah dirasakan oleh Rahmat dan Rini. Terlebih, saat manggung Rini juga sering mendapatkan perlakuan tak senonoh dari penonton. Namun, profesi sebagai biduan tetap dilakoninya demi sang anak.
"Pernah ada yang pegang-pegang saya, lalu ada yang nyosor mau cium juga. Ya gimana, ini sudah resikonya. Enak kalau manggung saat mudik, mereka sibuk jadi nggak ada yang macem-macem," kata Rini.
Untuk tiap kali pertunjukkan, Rini biasanya membawakan 3 sampai 4 lagu untuk penampilan selama 30 menit. Tak jarang, ia juga harus pulang larut malam meninggalkan ketiga anaknya yang masih kecil. (Anggy Muda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim