Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI Aditya Anugerah Moha sudah divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim pada pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait kasus suap terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono. Meski begitu, dia masih berada di tahanan KPK, karena belum dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan (Lapas).
Karena itu, ketika Lebaran tiba, Aditya harus menjalankannya di rumah tahanan (Rutan) KPK. Aditya tidak sendirian, dia merayakan hari lebarannya bersama dengan keluarga.
Tampak keluarganya yang diizinkan oleh KPK, datang ke Rutan KPK cabang Jakarta Timur. Salah seorang anggota keluarganya yang bernama Yudi mengatakan bahwa dirinya membawakan sejumlah makanan favorit Aditya dalam kedatangannya kali ini.
"Saya bawa kesukaan bapak, ada gulai kambing, dari Manado itu ayam rica-rica, roti miriyam dibeliin sama istri bapak dan buah segar dibikin sama ibu," kata Yudi di depan gedung Rutan KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat(15/6/2018).
Adapun kerabat yang turut hadir dalam kunjungan kali ini beberapa diantaranya terlihat istri Aditya Moha, Siska Karina Imran yang tampak mengenakan baju muslim berwarna merah jambu. Namun, dia tidak memberikan komentar terkait kunjungannya hari ini.
"Yang datang yang stay disini(Jakarta), yang lain udah pulang setelah sidang, paling cuma istri, ibu mertua dan kakaknya ibu," tutupnya.
Aditya Moha sendiri divonis oleh Pengadilan Tipikor, Jakarta dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 150 juta subsider dua bulan kurungan. Namun politikus Golkar itu masih belum dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Bandung.
Aditya sendiri diyakini oleh majelis memberikan suap senilai total 110.000 dollar Singapura dan menjanjikan 10.000 dollar Singapura kepada Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono, dalam rangka untuk tidak melakukan penahanan terhadap ibundanya terdakwa Marlina Moha Siahaan dalam kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD).
Baca Juga: Demi Salat Idul Fitri, 1 Keluarga Rela Tidur di Masjid Istiqlal
Berita Terkait
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pakai Baju Oranye dan Tangan Terikat, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
-
Deddy Sitorus PDIP Semprot NasDem dan Demokrat: Fokus Urus Partai Sendiri yang Sedang Digerogoti!
-
PSI Disebut Tarik Kader dari Partai Lain, Pengamat Singgung Krisis Figur
-
Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Beton di Cikoko, Tak Ada Penumpang di Dalamnya
-
Jakarta Fair 2026 Tembus 1,5 Juta Pengunjung, Sekda DKI Optimistis Ekonomi Jakarta Tetap Kuat
-
Israel Laporkan Kasus Suspek Ebola Kedua, Pasien Baru Pulang dari Kongo
-
Surat Cinta Siswi SD di Nias Utara untuk Prabowo: Bisa Menabung Berkat MBG
-
Sambil Berseru Allahuakbar, Roy Suryo Tinggalkan RS Polri Menuju Polda Metro Jaya
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang