Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membantah jika pemerintah tidak memerhatikan layanan transportasi laut, lantaran selama ini yang terlihat hanya perkembangan transportasi udara dan darat saja. Hal tersebut disinyalir menjadi penyebab musibah tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara.
Dugaan tersebut dibantah secara tegas oleh Menhub. Budi bahkan mengklaim telah banyak yang dilakukan pemerintah untuk layanan transportasi laut. Salah satu perhatiannya adalah pada saat mudik Lebaran, Kemenhub memberlakukan mudik Lebaran Gratis menggunakan kapal laut sebagai moda transportasinya.
"Berkaitan dengan tidak diperhatikannya laut, saya bisa katakan tidak (benar). Karena apa, pada saat Lebaran tim kita ke beberapa tempat," ucapnya di Gedung Kemenhub, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2018).
"Jadi kalau kita tidak perhatikan, saya bisa katakan tidak juga. Kita memberikan mudik gratis dengan kapal-kapal tadi," tambahnya.
Ia mengatakan, tahun lalu sempat terjadi masalah di Jakarta, Surabaya, Madura, Makassar, Banjarmasin, dan Balikpapan. Kemudian, di tempat-tempat tersebut pihaknya melakukan persiapan yang intensif, bahkan di beberapa tempat ditambahkan beberapa kapal.
"Sebagai contoh di Madura, kami meminta kepada Pemprov Jatim untuk mengganti yang tadinya kapal logistik, diganti dengan kapal penumpang. Dan kami menempatkan 5 kapal khusus di sana kalau-kalau terjadi kekurangan," katanya.
Tak hanya itu, Menhub juga menambahkan bahwa di Kaliadem, Jakarta Utara, juga telah dilakukan persiapan-persiapan.
"Saya sudah dua kali ke sana. Dan tadi relatif lebih baik. Jadi manifest dan SIB (Surat Izin Berlayar) sedikit bandel, dan life jacket mungkin hanya 5 persen yang tidak pakai. Itu ada satu kemajuan," tuturnya.
Baca Juga: Menhub: Tenggelamnya KM Sinar Bangun Jadi Tanggung Jawab Petugas
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan
-
Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti
-
Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026
-
Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS
-
H-1 Lebaran, Pemprov DKI Klaim Harga Pangan Terkendali, Cabai Rawit 'Pedas' Tembus Rp115 Ribu
-
KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026
-
Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa
-
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh
-
PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan
-
Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakan