Suara.com - Peretas tampilan situs Badan Pengawas Pemilu berinisial DS (18), yang sudah ditangkap Direktorat Siber Bareskrim Polri, mengaku modusnya hanya iseng. DS ditangkap di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (30/6/2018).
"Modusnya adalah dia (DS) melakukan ilegal akses ke situs Bawaslu dengan tujuan hanya iseng-iseng," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Komisaris Besar Asep Safrudin, Jumat (6/7/2018).
DS sudah melakukan peretasan ke sejumlah kelembagaan pendidikan seperti , Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur maupun lembaga dinas pedesaan di Banten. Adapun sampai ratusan situs Nasional dan Internasional juga pula di retas oleh DS.
DS sudah melakukan peretasan kurang lebih selama tiga tahun.
"Pelaku melakukan kegiatan dua sampai tiga tahun lalu. Dan memang baru sekarang bisa kami tangkap terkait dengan tindakan melakukan hack situs Bawaslu," ujar Asep
Asep menuturkan DS mempelajari meretas sejumlah situs dari Google dan bergabung bersama grup di Facebook bernama Kelompok tipical idiot security.
"Mendapatkan pengetahuan dari grup Facebook dimana di dalamnya ada sekumpulkan kelompok tipical idiot security bertukar tools atau aplikasi melakukan kegiatan hacker," kata Asep
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 46 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Jo pasal 30 ayat (1), ayat (2), dan atau ayat (3) dan atau pasal 48 ayat (1) Jo pasal 32 ayat (1) dan atau pasal 49 Jo pasal 33 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau pasal 50 Jo pasal 22 huruf b UU nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi.
Baca Juga: Masih 18 Tahun, Peretas Situs Bawaslu Ditangkap Polisi
Berita Terkait
-
Bawaslu Rekomendasi Pencoblosan Ulang di 10 Provinsi
-
Bilang Aparat Tak Netral di Pilkada 2018, Bawaslu Tantang SBY
-
Gerindra Klaim Video Kritikan Prabowo Bukan untuk Elektabilitas
-
Kasus Chat Mesum dengan Habib Rizieq Disetop, Firza Husein Lega
-
Jual Anak SMP sebagai PSK di Internet, Ahli IT Untung Rp 116 Juta
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi
-
Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong
-
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas