Suara.com - Warga Jakarta tengah geger setelah tersebar foto sosok perempuan yang diklaim sebagai hantu dalam acara pelantikan pejabat oleh Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno pada Kamis (5/7/2018).
Sampai Jumat (6/7), sosok perempuan dalam foto pelantikan pejabat ibu kota tersebut masih diteliti personanya.
Sementara sejumlah warga Jakarta di media sosial mengklaim, sosok perempuan itu adalah “hantu noni Belanda” penghuni Balai Kota DKI.
“Noni Belanda” adalah sebutan untuk gadis asal negeri kincir tersebut saat masih menjajah Indonesia.
Namun, seorang petugas kebersihan Balai Kota DKI berinisial M mengakui, kisah mengenai hantu noni Belanda tersebut hingga kekinian tak terbukti keabsahannya.
“Saya setiap hari membersihkan lantai I Balai Agung, tapi tak pernah melihat sosok hantu yang disebut Noni Belanda penunggu gedung ini,” tukasnya kepada Suara.com, Jumat.
Ia menuturkan, walau tak terbukti, kisah horor tersebut kerapkali ia dengar diceritakan oleh teman-temannya yang kerap bekerja hingga malam.
“Orang-orang yang pernah menginap di balai kota juga ceritanya begitu,” tutur perempuan yang telah bekerja di Balai Kota DKI sejak era Gubernur Sutiyoso tersebut.
M lantas menceritakan kisah berbau mistis yang pernah dirasakan seorang panitia kegiatan di Balai Agung. Cerita itu ia dapatkan dari panitia itu sendiri.
Baca Juga: Eriksson Yakin Swedia Bisa Singkirkan Inggris di Perempat Final
”Waktu itu dia cerita menginap di sini untuk mempersiapkan acara keesokan harinya. Dia bilang bersama teman-temannya tidur di Balai Agung. Tapi diganggu oleh Noni Belanda sehingga pindah tidur ke balairung,” bebernya.
"Itu cuma cerita, saya sendiri tak pernah melihat ada hantu tuh.”
Petugas kebersihan lain, seorang lelaki berinisial C, mengakui sudah diwariskan cerita aneh mengenai Noni Belanda penunggu Balai Kota DKI sejak kali pertama bekerja di sana.
"Ya, saya sebagai warga Jakarta sejak dulu sudah dapat cerita soal Noni Belanda itu. Tapi kalau menyaksikan sendiri, tidak pernah.”
C yang sudah bekerja di Balai Kota DKI sejak zaman Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), juga mengaku sering mendengar sosok Noni Belanda dari rekan-rekannya.
Misalnya, kata dia, rekannya pernah bercerita ketika sedang bekerja memasang pintu dan jendela di lantai 1 menuju Balai Agung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan dan Bangun Indonesia Lebih Kuat
-
Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali
-
Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman
-
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata
-
Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah
-
Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan
-
Potret Hangat Lebaran Presiden Prabowo: Makan Bareng Titiek Soeharto, Didit, dan Bobby Kertanegara