Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menegaskan, akan kembali maju sebagai calon anggota legislatif setempat pada Pemilu 2019. Taufik menuturkan, berkeinginan menjadi Ketua DPRD DKI pada periode mendatang.
"(Maju jadi caleg) DPRD. Saya mau jadi Ketua DPRD," ujar Taufik di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2018).
Taufik yang dulu dikenal sebagai seteru eks Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu, merupakan mantan narapidana kasus korupsi. Ia terjerat kasus korupsi saat menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.
Ia divonis 18 bulan penjara pada 27 April 2004, karena merugikan uang negara sebesar Rp 488 juta dalam kasus korupsi pengadaan barang dan alat peraga Pemilu 2004.
Walau pernah mendekam di balik bilik penjara karena kasus maling uang negara, Taufik mengatakan dirinya akan mendaftarkan sebagai caleg pada 17 Juli 2019.
Menurut Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu, sudah tidak lagi ada Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten /Kota dalam Pemilu 2019.
PKPU NO 20/2018 sebelumnya menjadi perdebatan karena terdapat pasal yang melarang mantan napi koruptor menjadi caleg.
"Sudah boleh lagi kan (mantan koruptor jadi caleg).( Sudah) Tidakak (ada masalah lagi). Dari dulu juga begitu, yang lalu kan begitu juga," kata dia.
Meski menyandang status eks koruptor, Taufik optimistis menang pada Pemilu 2019. "Karena rakyat yang suka Partai Gerindra. Iya yakin hakulyakin,” tandasnya.
Baca Juga: Selesai Kontrak di Almere, Ezra Walian Gabung ke Persib Bandung?
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe
-
AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi
-
Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak
-
Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini
-
Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global
-
Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha
-
Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik