Suara.com - Artis Inneke Koesherawati diperbolehkan pulang usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK setelah tertangkap di kasus suap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung Wahid Husein. Dia diperiksa tim penyidik KPK, Sabtu (22/7/2018) malam.
Inneke diperiksa oleh tim KPK selama 20 jam. Pemeriksaan dirinya berkaitan dengan tersangka kasus jual beli kamar di Lapas Sukamiskin Bandung, Fahmi Darmawansyah. Fahmi adalah suami Inneke.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengatakan Tim KPK menangkap Inneke di kediamannya daerah Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (21/7/2018) dini hari.
"Sekitar pukul 00.30 WIB tim menuju ke kediaman IK, isteri FD di daerah Menteng, dan mengamankan yang bersangkutan sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Laode saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (22/7/2018).
Pemeriksaannya tersebut hanya bertujuan untuk dimintai keterangan perihal tersangka Fahmi Darmawansyah.
"Diperiksa untuk mencari keterangan bagi tersangka FD," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.
Selain itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjelaskan tujuan ditangkapnya Inneke pun karena KPK mencurigai dirinya memiliki informasi tentang jual beli kamar dalam lapas yang dilakukan oleh suaminya.
"Peran IK? Sebenarnya kita ambil karena mencurigai dia mengetahui sebagian dari informasi yang ada. Makanya dia diambil dari rumahnya," pungkasnya.
Baca Juga: Diduga Disuap Koruptor, Kalapas Sukamiskin Tertawa saat Diperiksa
Berita Terkait
-
Diduga Disuap Koruptor, Kalapas Sukamiskin Tertawa saat Diperiksa
-
KPK : Terkesan Kalapas Sukamiskin Biasa Terima Suap dari Koruptor
-
KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Jual Beli Penjara Mewah Sukamiskin
-
Koruptor Bayar Rp 500 Juta untuk Dapat Fasilitas Mewah di Penjara
-
5 Bulan Jadi Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen Punya 2 Mobil Mewah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!