Suara.com - Melakukan proses persalinan seperti melahirkan umumnya dilakukan di rumah sakit oleh tenaga medis yang sudah ahli di bidangnya.
Namun tidak bagi Kritigha (28) ibu muda yang menjalani proses lahiran dengan hanya dibantu oleh sang suami.
Parahnya, sang suami yang tak memiliki latar belakang medis, hanya mengandalkan video panduan melahirkan dari Youtube.
Dilansir dari laman Mirror.co.uk, polisi setempat membeberkan Kritigha wanita yang tinggal di Desa Rathnagiriswarar, dekat kota Pudupalayam, Negara Bagian Tamil Nadu, India yang sudah memiliki anak berusia tiga tahun ini yakin bisa melahirkan anak keduanya di rumah hanya dengan panduan dari Youtube.
Namun di tengah proses persalinan, kisah tragis menimpa Kritigha saat mengalami pendarahan hebat dan akhirnya meninggal dunia setelah bayinya berhasil dilahirkan.
"Kontraksi sudah dimulai sejak pukul 14.00. Tapi si suami baru membawa istrinya ke rumah sakit setelah bayinya lahir," ucap juru bicara polisi setempat.
Akibat kejadian itu, suami Kritigha akan menjalani pemeriksaan terkait kisah tragis yang dialami istrinya.
"Suaminya akan diselidiki sehubungan dengan kematian istrinya," ungkap juru bicara polisi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan
-
7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR
-
Lantai Dapur Ambrol ke Sungai, Warga Kutawaringin Ditemukan Tak Bernyawa Usai 4 Hari Pencarian
-
Ramai BPJS PBI Nonaktif, Menkes Sebut Solusi Masih Dibahas Pemerintah
-
Eddy Soeparno: Kalau Ditanya Hari Ini, Saya Dukung Pak Zulhas Dampingi Pak Prabowo di 2029
-
Dugaan Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta Resmi Dilaporkan ke Polresta Sleman