Suara.com - Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat, H Johan Rosihan yang ikut turun ke sejumlah lokasi gempa di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan, korban gempa tidak hanya membutuhkan bantuan air bersih, makanan, tenda, maupun selimut. Tetapi juga butuh penyembuhan dari trauma (trauma healing).
Pendapat tersebut disampaikan karena seluruh warga yang berada di posko-posko pengungsian masih trauma untuk kembali ke rumah.
"Pada saat kami keliling dan berbicara dengan mereka, ternyata banyak di antara warga baik orang dewasa maupun anak-anak itu masih takut kembali ke rumah. Mereka butuh dihibur di ajak berbicara dan Alhamdulillah dalam perbincangan kami mereka jadi lebih tenang," ujar Johan Rosihan saat berada di lokasi bencana di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (1/8/2018).
Dari dialog dengan warga yang menjadi korban itu, H Johan menyatakan warga sangat membutuhkan adanya tim trauma healing. Karena warga masih belum berani kembali untuk menginap di rumahnya. Hal itu dikarenakan, para korban masih merasa was-was terjadinya gempa susulan.
"Nah, ini juga penting dibutuhkannya tim 'trauma Healing' karena mereka masih sangat trauma melihat dalam rumahnya sendiri. Bahkan untuk makan saja, mereka ada yang tidak sanggup karena kondisi psikologis," terangnya.
Selain Ketua Komisi III DPRD NTB itu menilai distribusi bantuan masih kurang dikoordinasikan. Di mana masing-masing lembaga sosial, perorangan, dinas instansi juga pemda masih jalan sendiri. Menyikapi persoalan ini kata Johan, lembaga sosial ataupun instansi terkait termasuk pemda perlu mengatur langkah agar beriringan sehingga terkesan kompak.
"Alangkah bagusnya menurut saya dinas sosial atau BNPB mendata lembaga sosial yang menurunkan tim dan posko. Selanjutnya dibagi posisinya pada daerah terdampak secara merata dan proporsional. Sehingga tidak terkesan jalan sendiri-sendiri dan penanganan/pendataan bisa lebih maksimal," usul politisi PKS kelahiran Sumbawa ini.
Petugas kesehatan keliling dari Puskesmas Dasan Lekong, Kabupaten Lombok Timur, Rupaini, mengakui dari sejumlah lokasi pengungsian yang dikunjunginya banyak di antara warga dan anak-anak yang menjadi korban masih dirundung ketakutan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah itu pada Minggu (29/7/2018) pagi.
"Jadi keluhan warga itu selain sakit maag kritis, pusing-pusing, panas, batuk-batuk, diare. Mereka mengeluhkan ke kita, kalau masih takut kembali ke rumah," katanya.
Baca Juga: Komnas KIPI Catatkan MR Fase 1 Hanya 255 Kasus
Karena itu, saat ini fokus mereka bagaimana memberikan trauma healing sama para pengungsi terutama sekali terhadap anak-anak, sehingga mereka bisa kembali ceria seperti sebelum gempa.
"Makanya saat kita bertugas, selain perawat, dokter, dan bidan. Ada juga petugas konseling yang ikut turun ke posko pengungsian," jelasnya.
Meski demikian, ia melanjutkan menghilang para pengungsi dari trauma-trauma akibat gempa tidaklah mudah. Karenanya dalam penanganan pun dilakukan secara khusus.
"Memberikan keceriaan, hiburan sehingga mereka bisa tertawa itu saat ini yang penting. Dan Alhamdulillah setiap kami kunjungi kecerian-kecerian sebelum gempa itu ada yang dirasakan warga," tandas Rupaini. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris