Suara.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho Mengatakan sebanyak 5448 rumah, 5 Unit Fasilitas Pendidikan, 5 Unit Fasilitas Kesehatan, 55 Unit Fasilitas Peribadatan, 37 Kios, dan 1 jembatan mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,4 skala richter yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat, Minggu (29/7/2018).
Berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo, Sutopo mengatakan agar bantuan kepada masyarakat yang rumah segera dilakukan. Hingga hari ini masih dilakukan pendataan untuk masyarakat yang mengalami kerusakan.
"Agar bantuan kepada masyarakat yang rumahnya rusak segera dilaksanakan, segera uang diberikan saat ini masih dilangsungkan pendataan," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jalan Pramuka Nomor 38, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (31/7/2018).
Sutopo menjelaskan bantuan untuk masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat akan di berikan bantuan maksimal sebesar Rp 50 juta. Sedangkan untuk masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan sedang akan mendapat bantuan maksimal sebesar Rp 10 juta.
"Berdasarkan pendataan rumah by name by address. Itu yang kemudian daftar kerusakan rumah tadi harus di SKan oleh kepala daerah setempat. Dari sanalah BNPB akan memberi bantuan kepada korban," jelasnya.
Sutopo menjelaskan saat ini pendataan masih dilakukakan melalui desa-desa, Kecamatan, dan Kabupaten. Dirinya menambahkan telah dibentuk Tim Terpadu guna melakukan identifikasi kerusakan rumah dengan melibatkan dinas-dinas terkait.
"Pertama Dinas Perumahan Umum, Cipta Karya kemudian juga dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka masih melakukan pendataan dan diharapkan segera cepat terdata," tandas Sutopo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Kemensos Perkuat Sejumlah Program Mitigasi dan Penanganan Bencana pada Tahun Anggaran 2026
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada
-
Viral! Aksi Pria Bawa Anak-Istri Curi Paket Kurir di Kalibata, Kini Diburu Polisi
-
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban