Suara.com - Ombudsman RI perwakilan Sumatera Utara (Sumut) tengah menangani pencabutan beasiswa yang menimpa mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) bernama Arnita Rodelina Turnip. Ia adalah salah satu penerima program dana Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Pemkab Simalungun, Sumut.
Beasiswa BUD diterima Arnita karena ia tercatat sebagai salah satu siswi berprestasi di Simalungun. Diduga, beasiswa Arnita dicabut karena ia menjadi seorang mualaf atau berpindah ke agama Islam.
Kepada Suara.com, ibu Arnita, Lisnawati menceritakan perjuangan anaknya bisa menerima beasiswa hingga lolos menjadi mahasiswi IPB hingga akhirnya beasiswanya dicabut Pemkab Simalungun. Arnita tercatat sebagai mahasiswi IPB Fakultas Kehutanan angkatan 2015.
”Pada 7 Agustus 2015, Arnita dengan 27 mahasiswa Simalungun penerima BUD berangkat ke IPB Bogor untuk menempuh studi. Arnita tercatat sebagai mahasiwi pada Program Studi Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB,” kata Lisnawati kepada Suara.com melalui sambungan telepon, Rabu (1/8/2018).
Lisnawati mengungkapkan, beasiswa yang diterima puterinya berupa biaya kuliah Rp 11 juta untuk satu semester. Jumlah itu ditambah uang saku sebesar Rp 1 juta setiap bulan.
Dalam kontrak BUD, kata Lisnawati, Arnita hanya disyaratkan harus berkontribusi untuk daerah setelah menyelesaikan studinya di IPB. Selain itu, agar tetap bisa menerima beasiswa, penerima BUD harus memiliki indeks prestasi (IP) minimal 2,50 per semester. Apabila dinyatakan drop out atau DO, Arnita diwajibkan memulangkan seluruh dana beasiswa yang diterimanya.
Hingga pada 21 September 2015, Arnita diketahui menjadi mualaf atau berpindah agama Islam. Mengetahui hal itu, menurut Lisnawati, pihak keluarga sempat melarang, karena khawatir beasiswa yang diterimanya dicabut Pemkab Simalungun.
"Waktu itu bapaknya bilang, jangan dulu masuk Islam, nanti beasiswamu bermasalah. Kata bapaknya nanti saja kalau sudah lulus kuliah. Namun dia (Arnita) ngotot dan bilang keyakinan tak bisa dihalangi. Ya sudah akhirnya dia mualaf," ungkap Lisnawati.
Memasuki semester dua, kekhawatiran orang tuanya terbukti. Arnita tak mendapatkan uang saku dari Pemkab Simalungun. Padahal, teman-teman lainnya tetap menerima.
Baca Juga: Ratna Sarumpaet Kesal Neno Dihadang Kampanye #2019GantiPresiden
Agar bisa terus menghidupi diri selama berkuliah di IPB, Arnita berjualan sejumlah barang via online.
Memasuki semester tiga, Arnita mendapat surat dari rektorat IPB yang tertulis BUD dicabut oleh Pemkab Simalungun dan biaya kuliahnya sejak semester dua sudah tidak dibayar. Saat itu, Arnita sempat menelpon keluarga dan marah-marah karena BUD-nya disetop.
"Waktu itu berkomunikasi dengan saya dia agak aneh, dia uring-uringan," ucap Lisnawati.
Meski beasiswa dicabut, Arnita keukeuh tetap berkuliah pada semester 3 itu. Tapi, karena tak lagi bisa indekos, Arnita pindah ke asrama mahasiswi IPB. Sebelum pindah, ia tinggal bersama teman-temannya sesama mahasiswa Simalungun penerima BUD.
Sejak saat itu Arnita sudah tidak fokus kuliah dan lebih sibuk dengan bisnis onlinenya. Akibatnya, IP semester Arnita turun drastis.
Tak sampai di situ, komunikasi Arnita dengan keluarga bahkan terputus. Hal ini menyebabkan orang tuanya khawatir dan berusaha mencarinya. Para kerabat dan sanak saudaranya di kampung pun berspekulasi, sampai ada yang menduga Arnita ikut kelompok aliran Islam radikal dan menjadi teroris.
Berita Terkait
-
Kronologi Beasiswa Mahasiswi IPB Dicabut karena Pindah Agama
-
Jadi Mualaf Beasiswanya Disetop, Arnita Disiram Kencing Babi
-
Jadi Mualaf Beasiswa Arnita Diputus Pemkab, Ini Penjelasan IPB
-
Pindah Agama, Beasiswa Mahasiswi IPB Ini Diputus Pemkab
-
Tiga Mahasiswa IPB Bikin Drone Laut yang Bisa Menyergap Musuh
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara Housing Expo 2026: BRI Tawarkan KPR Dengan Bunga Mulai 2,75%
-
Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia Era Kolonial: Lengkap dengan Data Lahir dan Jejak Timnas
-
Sinopsis The Affair was Just the Beginning, Rahasia Kelam dari Pasutri Kaya
-
Tak Selalu Operasi Besar, Ini Teknologi Modern untuk Mengatasi Batu Ginjal
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Jadi yang Paling Perkasa di Asia
-
Polisi Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Binjai, Bidan PNS dan Anaknya Ditangkap
-
Ini Tema Hari Pramuka 2026 ke-65, Cek Link Download Logo di Sini
-
Temukan Titik Karhutla di Sumsel, Ekspedisi Hutan Merdeka Sudah Tempuh 900 Km
-
Pasar Modal RI Sukses Himpun Dana Rp 125 T di Semester I 2026, Jumlah Investor 28 Juta