News / Nasional
Rabu, 08 Agustus 2018 | 06:00 WIB
Pencarian korban gempa Lombok. (Antara)

Suara.com - Pasukan elite TNI dari Batalyon Infanteri Raider 900/Satya Bhakti Wirottama dari Kodam IX/Udayana mulai berpatroli malam ke rumah-rumah warga korban gempa Lombok di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Rumah itu ditinggalkan oleh penghuninya pascagempa 7 Skala Richter, Minggu (7/8/2018) malam lalu.

Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, tujuan dibentuknya tim patroli malam ke rumah warga yang terkena dampak gempa ini untuk membantu pengamanan sekaligus mengantisipasi aksi pencurian.

"Satu regu dari Yonif 900 Raider/SBW, sudah kita perintahkan. Mereka sudah mulai melaksanakan tugasnya dengan menyisir rumah-rumah kosong, yang ditinggalkan pemiliknya," kata Ahmad Rizal, Selasa (7/8/2018) malam.

Komandan tertinggi TNI di NTB yang telah diamanahkan sebagai "incident commander" dalam masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Lombok ini mengungkapkan, giat patroli malam dilaksanakan berdasarkan adanya informasi awal dari warga yang merasa resah dengan adanya isu pencurian di waktu malam.

"Demi keamanan rumah warga dari aksi pencurian atau pun hal-hal yang tidak kita inginkan, jadi harus dilakukan patroli malam," ucapnya.

Di tengah dinginnya malam yang gelap tanpa cahaya lampu, sepanjang ruas jalan utama menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Utara di Tanjung, terlihat sekumpulan warga yang berjaga dengan membawa potongan kayu.

Setiap kendaraan yang hilir mudik menjadi perhatian mereka. Kecurigaan pun terlihat dari raut wajah mereka setelah adanya isu pencurian tersebut. (Antara)

Load More