Suara.com - Pasukan elite TNI dari Batalyon Infanteri Raider 900/Satya Bhakti Wirottama dari Kodam IX/Udayana mulai berpatroli malam ke rumah-rumah warga korban gempa Lombok di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Rumah itu ditinggalkan oleh penghuninya pascagempa 7 Skala Richter, Minggu (7/8/2018) malam lalu.
Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, tujuan dibentuknya tim patroli malam ke rumah warga yang terkena dampak gempa ini untuk membantu pengamanan sekaligus mengantisipasi aksi pencurian.
"Satu regu dari Yonif 900 Raider/SBW, sudah kita perintahkan. Mereka sudah mulai melaksanakan tugasnya dengan menyisir rumah-rumah kosong, yang ditinggalkan pemiliknya," kata Ahmad Rizal, Selasa (7/8/2018) malam.
Komandan tertinggi TNI di NTB yang telah diamanahkan sebagai "incident commander" dalam masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Lombok ini mengungkapkan, giat patroli malam dilaksanakan berdasarkan adanya informasi awal dari warga yang merasa resah dengan adanya isu pencurian di waktu malam.
"Demi keamanan rumah warga dari aksi pencurian atau pun hal-hal yang tidak kita inginkan, jadi harus dilakukan patroli malam," ucapnya.
Di tengah dinginnya malam yang gelap tanpa cahaya lampu, sepanjang ruas jalan utama menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Utara di Tanjung, terlihat sekumpulan warga yang berjaga dengan membawa potongan kayu.
Setiap kendaraan yang hilir mudik menjadi perhatian mereka. Kecurigaan pun terlihat dari raut wajah mereka setelah adanya isu pencurian tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan