News / Nasional
Rabu, 08 Agustus 2018 | 07:41 WIB
Sultan Hamengkubuwono X, Mahfud MD dan Ganjar Pranowo bertemu dalam gelaran Dhahar Kembul Tumpengan Pancasila, di Malioboro Jogjakarta, Selasa (7/8/2018), malam. [Adam Iyasa]

Suara.com - Usai menemui dan mengucapkan selamat pada Ganjar Pranowo di rumah dinasnya beberapa waktu lalu, Mahfud MD kembali kumpul dalam gelaran Dhahar Kembul Tumpengan Pancasila, di Malioboro Jogjakarta, Selasa (7/8/2018), malam.

Gelaran itu juga dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, mereka makan bareng secara lesehan bersama ribuan warga dengan 357 tumpeng di 17 titik di Kota Yogyakarta.

Sultan menyampaikan bahwa semuanya harus bersedia duduk bersama, sebagai manifestasi pengamalan Pancasila. Tidak peduli apakah dia rakyat maupun pejabat.

"Kawulo itu warga seluruh masyarakat. Kalau pejabat itu kumawulo, itu merek

Sultan Hamengkubuwono X, Mahfud MD dan Ganjar Pranowo bertemu dalam gelaran Dhahar Kembul Tumpengan Pancasila, di Malioboro Jogjakarta, Selasa (7/8/2018), malam. [Adam Iyasa]

a (pejabat) bagian dan mengabdi untuk sampeyan semua. Supaya masyarakat Yogya dalam mencari makan tetap merasa aman dan nyaman. Dan yang duduk di sana sangat paham itu. Kalau jadi pemimpin itu jangan hanya bisa mengibarkan bendera sendiri, tapi bendera yang lain agar semua makmur," kata Sultan, merujuk pada seluruh bupati dan walikota se- Yogyakarta yang berlatar kader partai politik.

Melanjutkan ungkapan kebangsaan, Sultan menegaskan bahwa Yogya tunduk pada negara Republik Indonesia, ideologi Pancasila dan undang-undang.

"Ngayogyakarta mengakui itu dengan tulus kepada Kawulo Ngayogyakarta jangan khianati ketulusan Ngayogyakarta," kata Sultan.

Sementara itu, Ganjar  yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) mengaku Yogya selalu menampilkan hal-hal yang asyik.

"Ini sangat menarik. Jogja banget. UGM atau alumninya UII, Pemprov Jogja bisa bareng-bareng memberi warganya untuk mengajak makan bersama," katanya.

Baca Juga: Nazar, Beryl Ngontel dari Jatinangor - Bojonegoro Temui Ganjar

Malam itu sebagian besar warga Yogyakarta diajak untuk makan bersama. Bukan hanya di jalan Malioboro, Dhahar Kembul tersebut dilakukan di 17 titik dengan 357 tumpeng. Seperti memberi isyarat bahwa pemerintah harus menjamin semua rakyatnya bisa makan.

"Apa yang disampaikan Sultan sangat bagus sekali, semua diberi kesempatan bisa mencari makan yang setara," katanya.

Menurut Ganjar, acara Dhahar Kembul tersebut merupakan suatu cara menyampaikan kepada publik, mestinya ber-Pancasila itu tidak membeda-bedakan.

"Ini isyarat, begini lho ber-Pancasila, saling menghormati saling menghargai. Mereka bisa bergembira bersama," katanya.

Karena pentingnya esensi acara tersebut, Ganjar pun turut menyelenggarakan acara serupa yang juga mandat dari Sultan.

"Saya sudah dipesen, Mas habis ini di Jawa Tengah. Oh siap, Insyaallah September nanti," katanya. [Adam Iyasa]

Load More