News / Nasional
Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:47 WIB
Petugas Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau citra satelit cuaca mengenai polusi udara saat Nyepi di Kantor BMKG Wilayah III Denpasar, Bali, Kamis (23/3).

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis informasi mengenai gempa Malang. Kali ini gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (8/8/2018) sekitar pukul 13.09 WIB.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Rahmat Triyono mengatakan gempa bumi berkedalaman dangkal tersebut diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke Lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme menunjukan gempa bumi tersebut dibangkitkan oleh deformasi bantuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault)," kata Rahmat berdasarkan keterangan tertulis, Rabu (8/8/2018).

Rahmat menyebut guncangan tersebut telah dirasakan oleh masyarakat di daerah Malang, Karangkates dan Blitar pada skala II SIG-BMKG (III MMI), Tretes, Tulungagung, Lumajang, Yogyakarta, Kuta pada skala I SIG-BMKG (II MMI). Dirnya menyebut belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," jelasnya.

Hingga pukul 13.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Rahmat menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang beredar.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tandasnya.

Load More