Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, tujuan pembentukan Tim Pertimbangan Penyelenggaraan Kegiatan/Acara di Kawasan Monumen Nasional untuk mengurasi semua rencana kegiatan di area tersebut.
Tim tersebut beranggotakan dari banyak pihak termasuk nonpemerintah seperti budayawan Anhar Gonggong, sejarawan JJ Rizal, dan Asro Kamal Rohan.
"Tim Pertimbangan Monas tugasnya mengurasi kegiatan di sana. Jadi kami melibatkan budayawan, sejarawan, untuk menilai setiap kegiatan di Monas,” kata Sandiaga di gedung Blok G, Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/8/2018).
Pembentukkan Tim Pertimbangan Penyelenggaraan Kegiatan /Acara di Kawasan Monumen Nasional, tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 267 Tahun 2018 tertanggal 2 Februari 2018.
Ia menuturkan, pemprov telah mengontak nama-nama nonpejabat yang masuk dalam tim tersebut. Namun, kalau ada yang mengakui belum mendapat informasi dari pemprov, akan ditelepon Sandiaga.
“Seperti Pak JJ Rizal, saya berencana menghubunginya, budayawan muda kita itu, hebat sekali,” tukasnya.
Mengenai uang honorarium senilai Rp 461 juta yang bakal diberikan kepada 40 anggota tim tersebut, Sandiaga mengatakan upah itu tidak besar. Sebab, kata Sandiaga, Rp 461 juta itu diberikan setiap 8 bukan sekali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil