News / Metropolitan
Rabu, 08 Agustus 2018 | 18:04 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta, Selasa (7/8/2018) malam. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, tujuan pembentukan Tim Pertimbangan Penyelenggaraan Kegiatan/Acara di Kawasan Monumen Nasional untuk mengurasi semua rencana kegiatan di area tersebut.

Tim tersebut beranggotakan dari banyak pihak termasuk nonpemerintah seperti budayawan Anhar Gonggong, sejarawan JJ Rizal, dan Asro Kamal Rohan.

"Tim Pertimbangan Monas tugasnya mengurasi kegiatan di sana. Jadi kami melibatkan budayawan, sejarawan, untuk menilai setiap kegiatan di Monas,” kata Sandiaga di gedung Blok G, Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Pembentukkan Tim Pertimbangan Penyelenggaraan Kegiatan /Acara di Kawasan Monumen Nasional, tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 267 Tahun 2018 tertanggal 2 Februari 2018.

Ia menuturkan, pemprov telah mengontak nama-nama nonpejabat yang masuk dalam tim tersebut. Namun, kalau ada yang mengakui belum mendapat informasi dari pemprov, akan ditelepon Sandiaga.

“Seperti Pak JJ Rizal, saya berencana menghubunginya, budayawan muda kita itu, hebat sekali,” tukasnya.

Mengenai uang honorarium senilai Rp 461 juta yang bakal diberikan kepada 40 anggota tim tersebut, Sandiaga mengatakan upah itu tidak besar. Sebab, kata Sandiaga, Rp 461 juta itu diberikan setiap 8 bukan sekali.

Load More