Suara.com - Polisi meringkus seorang warga bernama Slamet Riyadi lantaran nekat membunuh pria bernama Bonar (28) di dekat kediaman korban di Jalan Remaja II, Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/8/2018) dini hari.
Kapolsek Kramat Jati Komisaris Nurdin Arrahman menyampaikan, pelaku yang diringkus masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
"Iya (pelaku) masih ada hubungan saudara (dengan korban)," kata Nurdin saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu malam.
Polisi membekuk Slamet tak lama setelah aksi pembacokan itu terjadi. Diduga, alasan Slamet membunuh saudaranya itu karena masalah sepele. Berdasarkan penyidikan sementara, korban dibunuh setelah terlibat cekcok mulut dengan pelaku.
"Karena masalah cekcok aja. Cekcok sebelumnya, kemudian didamaikan tidak mau, akhirnya terjadi pembunuhan itu," kata dia.
Nurdin menyampaikan, polisi juga sedang memburu pelaku berinisial A yang diduga ikut menghabisi nyawa korban.
"Satu lagi masih dalam pengejaran. Insya Allah malam ini kita lakukan penindakan," tandas Nurdin.
Dalam kasus pembunuhan ini, polisi telah menyita sebilah celurit dan sebilah pedang yang diduga digunakan pelaku saat membunuh Bonar. Sementara korban tewas setelah mengalami luka-luka sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubuh.
Baca Juga: Suara Tangis di Bawah Runtuhan Masjid Korban Gempa Lombok
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup