Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan dirinya tak lagi mau mengomentari perihal Pilpres 2019, maupun sosok calon wakil presiden Ketua Umum partainya Gerindra, Prabowo Subianto.
Pasalnya, kata Sandiaga, dirinya sudah mundur dari Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra.
"Saya tidak bisa bicara (Soal Pilpres) , bukan lagi di bagian tim pemenangan," ujar Sandiaga di Djakarta Teather, Jakarta, Rabu (8/8/2018) malam.
Sebab, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum 2019, ada pasal melarang kepala daerah serta wakil kepala daerah menjadi ketua tim kampanye baik di pemilihan legislatif maupun presiden.
Sandiaga menilai adanya PKPU tersebut memiliki esensi untuk menjaga independensi kepala daerah. Namun, ia mempertanyakan apakah peraturan tersebut untuk kepala daerah atau juga untuk pejabat pemerintah.
"Menurut saya ya, karena ini pasti ada esensinya untuk memastikan hal yang berkaitan dengan independensi kepala daerah. Nah, ini makanya banyak pertanyaan apakah ini hanya untuk kepala daerah atau bagaiamana,” katanya.
Berita Terkait
-
Sekjen PDIP Pastikan Jokowi Daftar Pilpres 2019 ke KPU Jumat
-
PD: Sandiaga Bayar Rp 500 M ke PAN-PKS agar Jadi Cawapres Prabowo
-
Pertemuan Batal, Demokrat: Prabowo Jenderal Kardus!
-
Masuk Bursa Cawapres, Sandiaga Mendadak ke Rumah Prabowo
-
Ustaz Somad Tolak Prabowo, NU: Dia Tak Mau Turunkan Derajat Ulama
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal