News / Nasional
Rabu, 08 Agustus 2018 | 22:49 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta, Selasa (7/8/2018) malam. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengakui belum mengetahui perihal pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, yang menyebut Prabowo Subianto sebagai jenderal kardus.

Dalam akun twitter pribadinya, Andi mengatakan Prabowo membatalkan pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu disebabkan adanya pertemuan dengan Sandiga Uno, sosok yang kini santer diberitakan menjadi kandidat terkuat cawapres Prabowo.

"Saya belum tahu ini, saya mau ke dalam dulu," kata Muzani di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Muzani juga membantah apabila ada mahar senilai Rp 500 Miliar yang ditawarkan Sandiaga agar dapat menjadi cawapres Prabowo. Namun, ia masih akan memeriksa hal itu lebih lanjut.

"Saya kira tak benar itu. Saya akan cek dulu," katanya.

Akan tetapi, Muzani mengakui Sandiaga masuk ke dalam kantong cawapres Prabowo. Kata Muzani, ada dua nama yang kini sedang dipertimbangkan Prabowo, yakni Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhyono.

"Sampai dengan tadi, ada dua nama, Pak AHY dan Pak Sandi. Kemudian nama itu dikonsultasikan kepada partai-partai koalisi," ujarnya.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Saya Tak Bisa Bicara soal Cawapres Prabowo

Load More