News / Metropolitan
Rabu, 08 Agustus 2018 | 23:19 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta, Selasa (7/8/2018) malam. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sudah melakukan pertemuan dengan perusahaan transportasi daring, Grab Indonesia di Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Pihak Grab Indonesia memastikan pengemudi Grab, tidak akan melakukan demonstrasi pada saat Asian Games. Sebab aksi demontrasi tersebut dapat merusak nama Indonesia di mata dunia.

"Saya lihat bahwa semua akan Insya Allah memiliki pemahaman yang sama untuk tidak memaksakan kehendak di saat yang genting ini. Karena ini waktu yang super kritikal, untuk kita menyukseskan Asian Games. Jangan sampai kita coreng wajah kita," ujar Sandiaga di Jakarta Theater, Jakarta, Rabu (8/8/2018) malam.

Demo tersebut menuntut kenaikan tarif dasar per kilometer dan meminta pemerintah untuk segera menerbitkan payung hukum bagi transportasi daring.

Meski sudah melakukan komunikasi kepada pihak Grab, Sandiaga juga akan menghubungi CEO Go-jek, Nadiem Makarim untuk meminta agar pengemudi Go-Jek tidak menggelar demo pada saat Asian Games. Pasalnya kata Sandiaga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memberikan izin untuk menggelar demonstrasi.

"Sama Go-Jek belum, tapi malam ini saya akan coba kontak sama pak Nadiem. Intinya sih kita memerintahkan bahwa tidak boleh lakukan demo dan tidak akan diberikan izin," kata dia.

Sandiaga menegaskan Pemprov tidak memberi izin dan akan membubarkan jika masih terdapat pengemudi transportasi daring yang melakukan demonstrasi saat Asian Games.

"Ya dibubarkan," tandasnya.

Load More