Suara.com - Deklarasi #2019GantiPresiden pada Minggu (12/8/2018) sore, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan berakhir ricuh. Kericuhan terjadi tepat di depan hotel di mana aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman menginap.
Dari pantauan Suara.com, awalnya aksi deklarasi yang dihadiri seribuan orang di Monumen Mandala di Jalan Jend Sudirman berjalan aman terkendali. Namun belakangan terjadi ketegangan saat kelompok lain dari aksi Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden juga ikut berunjukrasa tak jauh dari lokasi.
Kedua kelompok dapat dilerai petugas kepolisian yang sudah berjaga di lokasi. Namun saat peserta deklarasi bubar dan Neno Warisman menuju penginapan mengunakan mobil Toyota Alphard, tiba-tiba di depan Hotel Horison tempat Neno menginap terjadi keributan.
Tepat di depan hotel Neno Warisman menginap, atau sekitar 750 meter dari lokasi deklarasi, tampak sembilan pemuda membentangkan spanduk bertuliskan 'Aksi 2019 Presiden Tetap Jokowi'. Mereka berorasi di tengah Jalan jend Sudirman.
Hanya sekitar 15 menit, beberapa orang dari kelompok #2019GantiPresiden mendatangi pemuda yang berorasi tersebut. Di waktu yang sama Neno Warisman baru akan masuk penginapan. Saat itu lah terjadi perdebatan hingga memancing emosi beberapa massa.
Kelompok yang berorasi itu pun melarikan diri lantaran kalah jumlah. Namun satu orang berhasil ditangkap massa #2019GantiPresiden.
Pria yang ditangkap itu diketahui bernama Muhadir, ia pun menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung Muhadir menggunakan helm. Sebab sejumlah pukulan dari massa yang marah mendarat di bagian kepalanya.
Akhirnya, emosi massa berhasil diredam setelah pria itu diamankan di ruang sekuriti Hotel Horison. ia pun dijemput kendaraan polisi untuk diamankan ke Mapolrestabes Makassar.
Salah satu saksi mata, sekaligus sekuriti Hotel Horison, Gaffar mengatakan, awalnya sekitar sembilan orang membentangkan spanduk bertuliskan '2019 Presiden Tetap Jokowi'. Selain membentangkan spanduk, sekelompok pemuda itu juga menggelar unjuk rasa di depan hotel.
Baca Juga: Korban Gempa Lombok Terus Bertambah, BNPB: 392 Orang Meninggal
"Ada sembilan orang muda-muda semua. Pada saat rombongan keluar, khawatir, jadi antisipasi saya tutup portal biar tidak masuk ke dalam hotel," kata Gaffar saat ditemui di lokasi kejadian.
Kontributor : Lirzam Wahid
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi