Suara.com - Kepala Panti Sosial Bina Insan (PSBI) 1 Kedoya, Masyudi mengatakan, pihaknya tengah mengidentifikasi terkait identitas Wati, perempuan yang melahirkan bayi laki-laki di kolong jembatan layang Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Diketahui, bayi laki-laki yang diberi nama Andi Sadeli tersebut merupakan anaknya yang ke-7 Wati.
Masyudi menjelaskan, pihaknya tengah melacak keberadaan anak-anak Wati yang lainnya. Begitu juga identitas Wati yang sesungguhnya.
"Kita sedang dalami dia (Wati), putra-putri sebelum anak ini berada di mana saja. Harus kita lacak dalam artian jangan sampai ini berkeliaran dan menimbulkan masalah sosial yang baru. Khususnya buat anak-anaknya," ucap Masyudi di Kantor PSBI Bangun Daya 1 Kedoya, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).
Menurut Masyudi, perawat PSBI juga tengah melakukan pendekatan guna mendapatkan informasi dari Wati. Diketahui, kekinian kondisi kejiwaan Wati dalam kategori tidak stabil.
"Perawat kita di sini sudah mencoba ajak dia bicara, memang belum stabil jiwanya. Infonya juga tidak mau dibawa ke rumah sakit. Kita harus paksa dalam artian untuk menjaga kesehatan fisik si bayi maupun dia," jelasnya.
Wati dan bayinya akan ditempatkan di panti sosial hingga kondisinya benar-benar pulih. Dirinya mengaku jika suami Wati sempat berkunjung untuk menjenguk Wati, namun tidak diberi ijin menjenguk lantaran hari sudah malam.
"Kita lihat perkembangannya ya. Informasi terakhir, semalam itu ada suaminya. Suaminya datang, tapi tidak kita beri ijin karena sudah malam. Tapi sampai sekarang si suami belum datang lagi. Yang kita khawatirkan kalau dia mampu, ya harus kita serahkan ke pihak keluarganya karena resmi. Masalah ikatan dia kita tidak tahu," jelasnya lagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari tim Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Masyudi menyebut jika sehari-hari Wati tinggal di sekitar kolong jalan layang Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
"Dia sehari-hari tidur di kolong jalan layang. Tapi tidak tahu persisnya. Teman-teman P3S kan sering lewat, kalau di sekitar sana memang tidak boleh mendirikan gubuk-gubuk di sana. Pengakuan sementara seperti itu. Memang kondisi si ibu mentalnya tidak benar," tandas Masyudi.
Baca Juga: Hadiri Rapimnas PKS, Sandiaga Serukan Paket Hemat Kampanye
Sebelumnya Minggu (9/8/2018) pagi, Koordiantor P3S, Amir mendapat informasi dari pedangan asongan mengenai Wati yang melahirkan di kolong jembatang layang Rawabuaya.
"Kami langsung ke lokasi. Awalnya, ibu itu tidak mau dievakuasi. Dia malah marah-marah, agaknya stres, masih down, karena melahirkan sendirian. Anaknya juga semalaman tidur tanpa selimut. Tidak ada selimut. Bayinya cuma ditidurkan beralaskan kardus," jelasnya.
Amir menuturkan, tim P3S sempat kesulitan karena Wati berkeras tak mau dibawa ke mana-mana. Akhirnya, setelah dijelaskan oleh tim P3S bahwa mereka ingin menyelamatkan Wati dan bayi mungilnya, proses evakuasi berhasil dilakukan.
Wati dan bayinya langsung dibawa ke RSUD Cengkareng. Berdasarkan keterangan tim dokter, Wati dan bayinya dalam kondisi sehat, hanya lemas karena tak memunyai asupan makanan.
"Jam 14.00 WIB tadi, tim dokter membolehkan mereka rawat jalan, akhirnya kami tempatkan ke panti di Kedoya," ujar dia.
Berita Terkait
-
Sales Pria Tewas Usai Tenggak Miras di Diskotek Lounge Crown
-
Melahirkan di Kolong Jembatan, Wati Kini Dirawat di Panti Sosial
-
Petaka Jadi Istri Siri, Sekali Ketemu Malah Dianiaya Suami
-
Wati Sendirian Lahirkan Bayi di Kolong Jalan Layang Rawabuaya
-
Kisah Rayyan, Bayi Asal Depok yang Terlahir Tanpa Anus
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar