Suara.com - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengawali aktivitasnya di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/9/2018) sarapan pagi bersama Sultan Palembang Darussalam Iskandar Mahmud Badaruddin.
Dalam silaturahim itu, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menyambut dengan prosesi pedang pora serta atraksi pedang dan keris, menyematkan pin dan gelar sebagai tanda penghormatan kepada Sandiaga Uno sebagai tamu Kesultanan Palembang Darussalam serta menjamu sarapan pagi dengan aneka jenis makanan khas daerah seperti pempek, ragit, dan kue delapan jam.
Dalam kunjungan ke rumah Sultan Iskandar, wakil Prabowo Subianto itu didampingi pengurus sejumlah partai pendukung dalam pemilihan Presiden 2019 seperti Partai Gerindra, PAN, Demokrat, PKS, dan Partai Berkarya.
Cawapres Sandiaga Uno pada kesempatan tersebut menyampaikan orasi politiknya kepada keluarga besar Kesultanan Palembang Darussalam dan ratusan warga kota setempat terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga atua emak-emak yang memadati halaman rumah Sultan Iskandar di kawasan Sekip Ujung Palembang.
Dalam orasi politiknya, Sandiaga Kampanye mengajak massa pendukung pasangan Prabowo-Sandi di Palembang untuk melakukan kampanye sejuk dan tidak terpancing melakukan aksi provokatif.
Untuk menghadapi situasi ekonomi nasional yang kurang baik sekarang ini dimana nilai tukar rupiah melemah, harga kebutuhan pokok tinggi, dan banyaknya pengangguran, pihaknya berupaya mengedepankan isu ekonomi dalam kegiatan kampanye.
"Isu ke depan ekonomi, Insya Aallah kami bisa benahi ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya," ujar Sandi.
Setelah sarapan dan silaturahim di rumah Sultan Palembang Darussalam, Cawapres Sandiaga bersama rombongan melanjutkan kegiatan melihat aktivitas ekonomi di Pasar 10 Ulu Palembang, mengisi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah dengan tema "Be Smart Entrepreneur" serta melakukan pertemuan dengan koalisi muda milenial untuk memberikan semangat menumbuhkan wirausaha sejak dini. (Antara)
Baca Juga: Sultan Palembang Doakan Sandiaga Jadi Wapres Amanah
Berita Terkait
-
Sultan Palembang Doakan Sandiaga Jadi Wapres Amanah
-
Prabowo - Sandiaga Bangun Posko Laporan Masyarakat soal DPT
-
Malam Ini, Prabowo dan Pimpinan Partai Koalisi Finalkan Timses
-
Ijtimak Ulama Dukung Prabowo, Ma'ruf Amin: Sama-sama Ngaku Ulama
-
Hari Ini, Sandiaga Blusukan di Palembang, ke Pasar sampai Kampus
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat