Suara.com - Koalisi partai politik pengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan membentuk posko pengaduan terkait banyaknya warga negara yang belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Parpol koalisi sepakat akan mendirikan posko pengaduan apabila ada masyarakat yang belum terdaftar di DPT secara disengaja atau tidak disengaja," kata Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso di Rumah Pemenangan PAN di Jalan Daksa, Senin (18/9/2018) malam.
Dia mengatakan tiap parpol koalisi Prabowo-Sandiaga diperintahkan untuk membentuk posko pengaduan di seluruh daerah di Indonesia. Menurut dia, pihaknya tidak ingin pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan dengan risiko tinggi karena masalah DPT nasional belum valid.
"Masalah DPT ini menjadi pintu masuk terjadinya kecurangan, kami tidak ingin itu terjadi. Kami ingin praktek demokrasi yang jujur dan adil, serta kami sudah ingatkan kepada pemerintah dan penyelenggara pemilu agar jujur," ujarnya.
Priyo mengatakan parpol koalisi Prabowo-Sandiaga sudah mengirimkan perwakilannya dalam rapat di KPU untuk mendiskusikan masalah DPT pada Minggu (16/9/2018) yang saat itu diputuskan perpanjangan masa perbaikan DPT selama 60 hari. Dia menjelaskan dalam rapat tersebut parpol koalisi menyajikan data masih ada 8,1 juta DPT ganda namun KPU menunjukkan data hanya 1,6 juta.
"Kami menemukan kalau masalah ini tidak segera dicari solusi yang baik akan menimbulkan masalah besar karena dikhawatirkan menjadi titik kunci penggelembungan suara," katanya.
Selain itu dia mengapresiasi itikad baik KPU karena memberikan waktu 60 hari untuk memverifikasi semua data DPT. Dia menyerukan kepada masyarakat untuk proaktif mengecek apakah namanya sudah masuk dalam DPT atau belum.
Ketua DPP PKS Pipin Sopian mengatakan target parpol koalisi tidak hanya menyelesaikan potensi kegandaan identitas namun menyelesaikan masih adanya ketidaksesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hal itu menurut dia terkait hak memilih setiap warga negara yaitu harus masuk dalam DPT.
"Kami sampai saat ini belum membuka berapa data jumlahnya namun akan membuat tim pengaduan. Setiap warga negara dan terutama pemilih Prabowo-Sandiaga mengecek di website Sidalih atau aplikasi KPU RI di android telepon genggam," katanya. (Antara)
Baca Juga: Hari Ini, Sandiaga Blusukan di Palembang, ke Pasar sampai Kampus
Tag
Berita Terkait
-
Malam Ini, Prabowo dan Pimpinan Partai Koalisi Finalkan Timses
-
Ijtimak Ulama Dukung Prabowo, Ma'ruf Amin: Sama-sama Ngaku Ulama
-
Hari Ini, Sandiaga Blusukan di Palembang, ke Pasar sampai Kampus
-
Selasa Besok, Tim Prabowo - Sandiaga Rampung dan Akan Diumumkan
-
Kwik Kian Gie Curhat Jokowi dan Megawati Tak Pedulikan Nasihatnya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan