Suara.com - Menurut data Global Status Report, 2,4 milyar orang di seluruh dunia merupakan peminum alkohol dengan tingkat konsumsi yang bervariasi.
Lebih dari seperempatnya atau sekitar 27 persen adalah peminum dari kelompok usia 15 sampai 19 tahun.
Angka peminum tertinggi pada usia tersebut ditemui di Eropa dengan sekitar 44 persen, diikuti oleh Amerika dan Pasifik Barat dengan angka masing-masing 38 persen.
Baik Amerika, Eropa, dan Pasifik Barat, alkohol telah dikonsumsi oleh lebih dari setengah populasinya.
Sementara itu, beberapa negara telah menerapkan dan menegakkan kebijakan untuk mengurangi alkohol.
Di Amerika Serikat misalnya, negara-negara bagian di sana menaikkan usia legal untuk mengonsumsi alkohol hingga usia 21 tahun.
Aturan tersebut dipercaya berkontribusi pada penurunan angka tabrakan kendaraan bermotor dengan median hingga 16 persen.
Atau di Brazil, pembatasan jam buka bar dari yang tadinya 24 jam sehari menjadi tutup pada pukul 11 malam, dikaitkan dengan penurunan angka pembunuhan sebanyak 44 persen.
Pengendalian alkohol juga dianggap mampu berkontribusi terhadap program dunia, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDG.
Baca Juga: Penjelasan BNPB Soal Fenomena Semburan Lumpur Saat Gempa Sulteng
Alkohol secara spesifik disebutkan dalam SDG pada target 3.5 yaitu "Memperkuat pencegahan dan pengobatan penyalahgunaan zat, termasuk penyalahgunaan narkotika dan konsumsi alkohol yang berbahaya."
Tujuan pembatasan alkohol termasuk untuk mengurangi kematian dini akibat PTM (Penyakit Tidak Menular) sebanyak satu pertiga pada tahun 2030 (3.4); kematian terkait lalu lintas (3.6); dan tuberkulosis (3.2).
"Di Sri Lanka, kami meperlihatkan bahwa pengendalian alkohol merupakan perangkat yang efektif dari segi biaya dan berdampak untuk membantu mendorong pembangunan yang berkelanjutan, termasuk kesehatan untuk semua," kata Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena lewat siaran rilis yang Suara.com terima.
Beberapa negara melakukan pengendalian alkohol dengan berbagai kebijakan, untuk mengurangi peminum atau konsumsi alkohol.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Digugat ke MK, Mahasiswa Nilai Berpotensi Kriminalisasi Kritik
-
KUHP Baru Resmi Berlaku, Ini 5 Fakta Penting Pasal Kumpul Kebo yang Wajib Diketahui
-
UU Darurat Amnesti - Abolisi Digugat ke MK, Dinilai Beri Celah Kekuasaan Berlebih ke Presiden
-
Ancol Donasikan 10 Persen Penjualan Tiket Malam Tahun Baru ke Korban Bencana Sumatra
-
5 RT di Kepulauan Seribu Masih Terendam Banjir Rob Setinggi 20 Cm
-
Dinilai Multitafsir, Pasal Larangan Menghasut Tak Beragama Digugat Mahasiswa ke MK
-
Arus Balik Nataru di Daop 1 Jakarta Masih Padat, Puluhan Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Vital
-
Banjir Rob di Jakarta Utara, Pasukan Biru Kerahkan Pompa Mobile di Titik Vital
-
Tiket Kerap Ludes, TIM Umumkan Jadwal Pertunjukan dan Jam Buka Loket Planetarium Terbaru
-
Waspada! Hujan Petir dan Angin Kencang Mengancam Jakarta Siang Ini