Suara.com - Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong mengusulkan Ibu kota Sulawesi Tengah dipindahkan dari Kota Palu. Usulannya itu berdasarkan hasil pengamatan pascabencana alam yang terjadi di Kota Palu.
Taher menjelaskan, dirinya mencermati posisi Kota Palu yang berada di teluk penampung air. Sedangkan kondisi tanahnya didominasi dengan lumpur.m Ia mengkhawatirkan akan ada pengulangan bencana kembali.
“Posisi Palu itukan di teluk, tempat menampung air. Dan tanahnya itu berlumpur, masuk ke dalam, jika itu diteruskan ibu kota di situ dikhawatirkan ini akan terulang kembali di masa yang akan datang," kata Taher di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (9/10/2018).
Khawatir dengan kondisi itu, Taher mengatakan, ada Undang-Undang Nomor 26 Tentang penataan ruang. Undang-undang itu bisa menjadi acuan bagi pemerintah untuk memikirkan rehabilitasi dan rekonstruksi secara matang.
"Kan kita punya perangkat Undang-Undang nomor 26 tentang penataan ruang RT/RW itu. Sehingga kesadaran ini muncul pada saat posisi rehabilitasi dan rekonstruksi nanti itu dibicarakan secara matang oleh pemerintah. Agar Palu ini direlokasi dengan sungguh-sungguh," Taher menjelaskan.
Untuk itu, Komisi VIII akan membawa usulan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) pada waktu mendatang.
"Besok kita kan merekomendasikan supaya BNBP sebagai mitra kerja membicarakan ini kepada pemerintah khususnya PUPR termasuk kementerian terkait, supaya ide ini betul-betul dipertimbangkan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil