Suara.com - Sebagian warga Bojonegoro, Jawa Timur baru saja dihebohkan akan penemuan sebuah mortir dan puluhan peluru aktif. Mortir dan peluru itu ditemukan oleh sejumlah warga pencari harta karun di Sungai Bengawan Solo yang melintas di Kabupaten Bojonegoro.
Mortir dan peluru dalam kondisi aktif tersebut diduga peninggalan zaman penjajahan Belanda. Sebab, Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa disinyalir sebagai jalur transportasi di masa penjajahan.
"Menurut warga sekitar, mortir dan peluru aktif itu kemungkinan peninggalan masa penjajahan yang tidak sempat meledak. Sebab posisi jatuh miring atau jatuh di pasir dasar sungai yang gembur," kata Wiji (47), satu di antara 25 warga yang ikut mencari harta karun, seperti diwartakan laman Timesindonesia.co.id (jaringan Suara.com), Selasa (9/10/2018).
Wiji mengaku, menemukan puluhan butir peluru aktif dan satu mortir di bawah Jembatan Kaliketek, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, pada Senin (8/10/2018).
"Sudah kami serahkan ke pihak berwajib," ujar Wiji.
Menurutnya, lokasi di bawah Jembatan Kaliketek yang dijadikan pencarian harta karun tersebut, merupakan tempat medan perang di masa penjajahan. Lebih menguatkan lagi dari lokasi itu juga masih terdapat dua buah benteng penjagaan di tepi bengawan yang saat ini masih terlihat kokoh berdiri.
"Sering nemukan amunisi tinggalan masa penjajahan,” ucap dia.
Total selama musim kemarau ini, sejumlah amunisi aktif sudah berhasil ditemukan di antaranya satu granat nanas, enam mortir dan tiga peluru aktif serta pusaka berupa keris dan tombak yang diduga peninggalan dari pasukan kerajaan yang gugur di medan perang.
Untuk diketahui, di musim kemarau seperti saat ini, Sungai Bengawan Solo dimanfaatkan warga sebagai tempat pencari rezeki dengan menambang pasir, juga dimanfaatkan sekelompok warga dari berbagai daerah untuk mencari harta karun.
Baca Juga: Polisi Minta Pendukung Amien Rais Tak Bawa Senjata Tajam
Setiap hari, mereka berkumpul di bawah Jembatan Kaliketek di Sungai Bengawan Solo, Bojonegoro yang merupakan titik lokasi pencarian harta karun. Berbagai macam barang seperti uang logam dan potongan-potongan perhiasan ditemukan dari dasar sungai setelah pasir di dulang menggunakan alat pendulang emas. Termasuk mortir dan puluhan peluru aktif yang baru mereka temukan.
"Mencari emas dan barang kuno nantinya kita jual ke pengepul," imbuh dia.
Berita ini sebelumnya telah terbit di laman Timesindonesia.co.id (jaringan Suara.com) dengan judul: 'Pencari Harta Karun di Bojonegoro Temukan Mortir dan Peluru Aktif'
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri