Suara.com - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pemerintahan Joko Widodo tidak konsisten dalam kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Pasalnya, Pemerintah menunda kebijakan kenaikan harga premium tidak lama setelah diumumkan kenaikan harga BBM jenis tersebut.
Menurut Bhima, tidak konsistennya kebijakan pemerintah akan berakibat buruk ke depannya. Apalagi, saat ini sedang berlangsung Acara besar yakni Annual Meeting IMF-World Bank yang mana bisa dilihat buruk oleh peserta berbagai negara.
"Kalau kebijakannya tidak konsisten akan menurunkan kepercayaan investor. Ini sentimen buruk," kata Bhima saat dihubungi Suara.com, Rabu (10/10/2018).
Bhima menuturkan, pemerintah mempunyai banyak pilihan dalam kebijakan harga BBM jenis premium. Salah satunya, bisa menambah subsidi premium.
"Jadi, kalau masih bisa ditambah subsidi energinya, atay PMN Pertaminanya dinaikan ya cukup non subsidi saja yang dinaikan," imbuh dia.
Sebelumnya, Pemerintah Joko Widodo atau Jokowi membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM jenis Premium. Harga premium yang dijual akan tetap sama seperti sebelumnya yakni Rp 6.550 per liter.
Keputusan penundaaan kenaikan harga premium ini tak berselang lama setelah pemerintah memutuskan naikkan harga BBM tersebut.
Menurut pemberitaan yang ada pembatalan kenaikan BBM jenis Premium ini berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo. Selain itu, kebijakan ini juga akan ditinjau kembali sampai semua pihak termasuk PT Pertamina (Persero) siap.
Baca Juga: Jokowi Tunda Kenaikan Harga Premium Rp 7.000 Per Liter
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!