Suara.com - Aktivis The People's Global Conference Against IMF - World Bank, berpidato menyampaikan protes dalam pertemuan sesi civil society organization di Mangunpura Hall, BICC, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018) sore.
Kurniawan Sabar, aktivis Institute for National and Democracy Studies (INDIES) sekaligus Komite Nasional PGC Against IMF – WB, mengkritik dua lembaga donor tersebut serta menyampaikan adanya represi aparat kepolisian terhadap rencana penyelenggaraan konferensi tandingan yang juga digelar di Bali.
Kritik tersebut diutarakan Kurniawan Sabar di hadapan Direktur IMF Christine Lagarde dan Presiden World Bank Group Jim Yong Kim serta ratusan delegasi pertemuan tersebut.
Berikut isi pidato Sabar tersebut yang disampaikan memakai bahasa Inggris:
Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih kepada IMF – Bank Dunia yang telah mengelola ruang bagi organisasi masyarakat sipil. Akan tetapi, karena tidak semua memiliki kapasitas untuk berada di sini pada hari ini, di luar pertemuan Tahunan IMF-WBG ini, berbagai organisasi masyarakat sipil dari seluruh dunia akan mengadakan Konferensi Rakyat Global di Denpasar.
Kegiatan ini dikelola secara kolektif agar berbagai organisasi masyarakat sipil dan gerakan rakyat mampu secara bebas menyampaikan sikap mereka terhadap dampak program yang didukung oleh IMF-WB.
Namun, kegiatan Konferensi Rakyat Global terus-menerus menerima ancaman. Setelah pelarangan acara publik di seluruh Bali dan adanya upaya untuk membatasi penyelenggaraan Konferensi Rakyat Global, pejabat negara menggunakan berbagai bentuk ‘stigma teroris’ melalui poster di ruang-ruang publik.
Tak hanya itu, ada pula pesan melalui SMS dan WA yang mengancam untuk menghentikan Konferensi Rakyat Global, dan langkah-langkah lainnya yang telah dilakukan untuk membatasi kebebasan berkumpul.
Sore ini, Rabu, 10 Oktober 2018, pimpinan RRI membatalkan pemesanan tempat penyelenggaraan Konferensi Rakyat Global. Mabes Polri juga menggunakan alasan yang tidak masuk akal dengan meminta salinan paspor para delegasi internasional, meskipun tidak ada dasar hukum untuk persyaratan tersebut.
Baca Juga: Gempa Sumenep, Gubernur Soekarwo Pastikan Tak Ada Libur Sekolah
Banyak organisasi masyarakat sipil yang terakreditasi sebagai peserta dalam Pertemuan Tahunan ini juga akan bergabung dalam acara Konferensi Rakyat Global.
Ini adalah ketidakadilan. Dalam hal ini, kami menyerukan kepada IMF – Bank Dunia untuk menguji kebijakan terkait inklusi, investasi terhadap sumber daya manusia, dan kapasitas sektor publik. Jadi, pertanyaan kami adalah: Akankah kita bergantung pada dukungan IMF – Bank Dunia untuk mengadakan kegiatan paralel, seperti Konferensi Rakyat Global ini? Terima kasih. Bersama-sama, mari kita membela hak-hak demokratis rakyat.
Sementara Koordinator PGC Against IMF-WB Mohammad Ali, Kamis (11/10), mengatakan konferensi tandingan Pertemuan Tahunan IMF-WBG yang seyogyanya digelar di Auditorium RRI gagal dilakukan.
Setelahnya, kata Ali, PGC Against IMF-WB mencoba menyeleggarakan konferensi tandingan dengan menyewa ruangan di Nirmala Hotel & Convention Centre, Denpasar, Kamis hari ini.
Namun, sama seperti pengelola Auditorium RRI, pihak pengelola hotel membatalkan pada menit-menit penyelenggaraan konferensi tandingan.
“Mereka awalnya mengatakan konferensi kami belum mendapat izin dari polisi. Tapi, akhirnya mereka mengakui, didatangi intel. Padahal peserta konferensi sudah datang ke hotel,” tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Terminal Terpadu Pulo Gebang
-
Arus Balik Mulai Padat, Tol JogjaSolo Ruas PrambananPurwomartani Diserbu Kendaraan
-
Melonjak Dua Kali Lipat, Kunjungan Candi Prambanan Tembus 17 Ribu Orang per Hari
-
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pengacara Pastikan Tetap Akan Kooperatif
-
Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan
-
Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi
-
Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran
-
Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?