Suara.com - Warga Kampung Cibenda, Desa Sukarame, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, dihebohkan oleh penemuan satu karung berisi Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang dibuang ke tempat sampah.
Karung berisi KIS yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Jokowi tersebut ditemukan warga bernama Beni Bandaniji, Sabtu (13/10/2018) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
“Saya awalnya melihat ada anak-anak membawa KIS. Saya lihat di kartunya tak beralamat Desa Sukarame. Saya tanya ke mereka, dapat dari mana? Dijawab dari tempat sampah belakang rumah saya,” kata Beni, seperti diberitakan Bantennews—jaringan Suara.com.
Mendapat jawaban seperti itu, beni lantas memeriksa tempat sampah belakang rumahnya. Di sana, ia menemukan ratusan amplop berkop BPJS dan di dalamnya terdapat KIS.
“Sudah tercecer di tempat sampah,” tukasnya.
Ia menjelaskan, amplop berisi KIS tersebut sedikitnya berjumlah 340 buah dan masih tersegel. “Yang sudah terbuka amplopnya berjumlah 37 lembar, karena dijadikan mainan oleh anak-anak,” imbuhnya.
Setelahnya, Beni melapor ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Carita dan camat.
Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono menegaskan, personelnya langsung menyelidiki pihak yang diduga kuat membuang KIS.
“Kami melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang membuang kartu KIS itu, karena lokasi penemuannya di tempat sampah. Hanya siapa yang membuang itu, kami masih lakukan penyelidikan,” kata Indra.
Baca Juga: Detik-detik Augie Fantinus Tegur Polisi yang Dituduh Jual Tiket
Ia menyatakan, KIS tersebut masih berlaku dan belum sampai ke tangan penerima. Pihaknya juga memastikan bahwa KIS tersebut asli.
“Kami belum bisa memastikan kedaluarsa atau belum, tapi barang tersebut asli,” katanya.
Indra menuturkan, polisi akan berkoordinasi dengan BPJS untuk memastikan keaslian dan tahun terbit kartu tersebut.
“Total yang dibuang itu ada 748 KIS. Kami akan konfirmasi ke nama-nama yang ada di kartunya,” tandasnya.
Berita ini kali pertama diterbitkan Bantennews.co.id dengan judul "Satu Karung KIS Ditemukan Dibuang di Tempat Sampah di Pandeglang"
Berita Terkait
-
Menpar Minta Infrastruktur Pendukung Rhino Dive Center Dipercepat
-
Hari Badak Sedunia, Digelar Festival Pesona Tanjung Lesung
-
Miris, Warga Pandeglang Masih BAB di Hutan Dekat Proyek KEK
-
Tiap Hari, Pelajar di Pandeglang Bertaruh Nyawa Demi ke Sekolah
-
Ibu-ibu Paruh Baya Jadi Pengedar Uang Palsu, Modusnya Belanja
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara