Suara.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menjelaskan alasannya lebih sering berkampanye ke masyarakat ketimbang Calon Presiden Prabowo Subianto. Menurut Sandiaga, belum banyak masyarakat yang mengenalnya sebagai Cawapres.
Sandiaga kemudian mengklaim masih suka dipanggil Anies Baswedan oleh masyarakat. Dengan demikian, mantan Wagub DKI Jakarta ini akan gencar turun ke masyarakat saat masa kampanye.
"Saya relatif pengenalannya masih rendah, oleh karena itu mulai mengenalkan ke bawah. Di beberapa daerah saja saya masih dipanggil pak Anis. Jadi saya masih kerja keras," kata Sandiaga di Posko Pemenangan Nasional, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).
Sandiaga kemudian menjelaskan pembagian tugas kampanye dengan Prabowo dilihat dari segi efektifitas penyampaian isu. Prabowo akan mengambil tugas untuk menyampaikan isu-isu strategis.
"Kita lihat dari segi efektifitas isu strategis. Ekonomi, lapangan kerja, dan biaya hidup. Harga bahan pokok, listrik, gas, bensin. Nah pak Prabowo harus hadir di isu strategis ini. Kita memiliki rencana seperti itu," ujarnya.
Dalam kampanye kali ini, Sandiaga pun mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan kampanye hemat lantaran adanya pengaruh dari kondisi logistik yang dimiliki peserta nomor urut 02 di Pilpres 2019 itu.
"Sangat dipengaruhi karena setiap berkunjung memakan biaya. Karena kita nggak bisa asal jalan. Karena kita biaya sendiri. Jadi kita harus berhemat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Komisi II Usul Saksi Dibiayai Pemerintah, Sandiaga: Alhamdulillah
-
Anies Minta DPRD Jakarta Bantu Warga Miskin Bisa Punya Rumah
-
Diminta Baca UU, Sandiaga Terima Kasih Sudah Ditegur Menteri Susi
-
Tak Mau Cengeng, Sandiaga Buat Inovasi Baru untuk Kampanye
-
Foto Sandiaga Uno saat di Pasar Cihapit Ini Bikin Netizen Cemas
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis