Suara.com - Sejumlah jurnalis Freelance Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kedutaan Arab Saudi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018). Aksi solidaritas ini menuntut pertanggung jawaban Pemerintah Arab Saudi atas kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi yang masih misteri.
"Aksi ini adalah keprihatinan kami para jurnalis Indonesia atas hilangnya Jamal Khashoggi. Kami mendesak kerajaan Arab Saudi untuk menjelaskan kepada publik di mana Jamal Khashoggi," kata Fira Abdurrahman, Ketua Divisi Organisasi AJI Jakarta di depan Kedutaan Arab Saudi.
Dia mengatakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendukung pengusutan kasus hilangnya jurnalis Arab Saudi tersebut. Trump menduga Jamal meninggal dibunuh.
"Presiden Trump saja sudah melakukan pernyataan publik mendukung (pengusutan hilangnya) Jamal Kashoggi. Kuat dugaan Jamal dibunuh dan dimutilasi di Kedutaan-nya sendiri di Turki," ujar dia.
Bila benar Jamal dibunuh di Kedutaan Arab Saudi, maka itu adalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap warga negaranya sendiri. Maka dari itu, Kerajaan Arab Saudi harus bertanggung jawab.
"Diduga Jamal Khashoggi dibunuh karena sedang melakukan tugasnya sebagai jurnalis yang mengungkap dugaan praktek korupsi dalam kerajaan Arab Saudi. Maka Kerajaan Arab harus bertanggung jawab," tegas dia.
Fira juga meminta Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri RI untuk menyampaikan desakan dari jurnalis di Indonesia kepada Kerajaan Arab Saudi terkait hilangnya Jamal Khasoggi.
"Kami juga meminta pemerintah Indonesia melalui diplomatik menyampaikan tuntutan ini secara formal ke Kerajaan Arab Saudi atas nasib dan posisi kawan kami, Jamal Khashoggi. Bila benar dibunuh dan dimutilasi, sangat disayangkan karena Arab Saudi adalah negara panutan ummat muslim yang ada di Indonesia yang notabene suara mayoritas," kata dia.
Dia menambahkan, kasus hilangnya Jamal tersebut menjadi ancaman kebebasan pers yang belakangan marak terjadi di beberapa negara. Seperti yang terjadi di Mayanmar, 2 jurnalis Reuters yakni Wa Lone, 32 tahun dan Kyaw Soe Oo, 28 tahun dijatuhi hukuman 7 tahun penjara oleh Pengadilan setempat karena dianggap terbukti melanggar Undang Undang Rahasia.
Baca Juga: Partai Emak-Emak Prabowo Sandiaga Bagi-bagi Nasi Bungkus
"Belakangan makin marak ancaman kebebasan pers di dunia ini, bukan tak mungkin bisa terjadi di Indonesia. Ini harus menjadi pehatian bagi kawan-kawan jurnalis, ini penting karena pers adalah salah satu pilar demokrasi," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon
-
Danantara Mulai Bidik Saham BEI
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat
-
Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal
-
Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru