Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebutkan tiga anggota Banser NU yang melakukan pembakaran bendera berkalimat tauhid telah meminta maaf. Menurut Wiranto, alasan ketiga membakar bendera itu bukan karena suruhan organisasi melainkan insiatif diri sendiri.
"Sudah minta maaf tiga orang itu kok, yang oknum bersangkutan sudah minta maaf, yang dilakukan bukan dalam organisasi tapi pribadi-pribadi yang lakukan, minta maaf," ujar Wiranto di Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta, Kamis (25/10/2018).
Meski telah meminta maaf, Wiranto meminta agar polisi tetap melakukan penyelidikan terkait tindakan pembakaran bendera berkalimat tauhid itu. Dia juga mengimbau agar masyarakat bersabar sambil menunggu proses penyelidikan kasus tersebut.
"Jangan kemudian membuat dalil hukum masing-masing, jangan. Negeri ini kan negeri hukum, ada tata cara hukum yang bisa dilakukan, masalah seperti itu diselesaikan dengan cara baik, istilah Islamnya kan ukhuwah, dengan tabayyun. Islam sendiri mengajarkan itu dengan mencari kebenaran sejati itu, kita punya hukum jalankan hukum," terang Wiranto
selain itu, Wiranto meminta pihak yang merasa dirugikan atas pembakaran bendera berlafaz tauhid itu untuk tak melakuka tindakan yang bisa memincu kegaduhan di masyarakat.
"Masalah pasti ada, disengaja atau tidak apakah itu alasan membakar bendera yang diyakini sebagai HTI itu kan ada proses hukum, tapi tidak kemudian masing-masing pihak, masing-masing kelompok mengambil insiatif untuk mengartikulasikan sendiri, kemudian dari situ mengambil suatu aksi, ini nanti malah negeri jadi enggak aman," tandasnya.
Sebelumnya, Polres Garut menangkap tiga pelaku yang diduga membakar bendera berkalimat tauhid. Ketiga pelaku juga menyampaikan permohonan maaf karena melakukan aksi tersebut. Polsi juga masih memburu pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.
Untuk diketahui, beredar sebuah video di media sosial yang mengundang kontroversi. Dalam video tersebut terekam aksi sejumlah anggota Banser NU yang membakar bendera berwarna hitam bertuliskan yang disebut kalimat tauhid.
Baca Juga: Tak Hanya Jokowi, Paloh: Soekarno Juga Pernah Sebut Sontoloyo
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis